SuaraRiau.id - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 resmi berlaku 26 Juli. Hal ini dilakukan seiring dengan kasus Covid-19 yang belum mereda.
Dalam penerapannya, salah satunya soal pelanggan di tempat makan. Pemerintah mengizinkan masyarakat makan di tempat atau dine in dengan waktu 20 menit.
Diizinkannya waktu makan selama 20 menit kemudian menuai beragam reaksi. Aturan tersebut membuat perdebatan lantaran dianggap terlalu singkat.
Terkait waktu makan, ahli kesehatan masyarakat, dr Tan Shot Yen menjelaskan bahwa ukuran lama waktu yang dihabiskan untuk makan tidak bisa digeneralisir pada setiap orang.
Menurutnya, lama waktu yang diperlukan untuk makan bergantung pada jenis makanan, kepadatan makanan, ukuran makanan (porsi), serta kondisi fisik seseorang.
"Berapa lama waktu makan tergantung jenis makanan apa yang dimakan, berapa porsi," ujar Tan Shot Yen dilansir dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Senin (26/8/2021).
Ia mengungkapkan bahwa waktu mengunyah setiap orang juga berbeda-beda. Setiap makanan memiliki tekstur beragam dan masing-masing tidak bisa dipatok untuk dikunyah sesuai anjuran sebanyak 32 kali.
"Makan harus mengunyah 32 kali itu enggak selamanya benar karena kan tergantung pada apa yang dimakan. Makan pisang nggak perlu mengunyah 32 kali, begitu juga makan pisang nggak bisa disamakan dengan makan kacang," tutur Tan.
Makanan yang padat, kata dia, seperti kacang-kacangan dan daging, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dikunyah, sehingga lebih lama masuk ke lambung.
Selain itu, sistem pencernaan juga butuh waktu untuk mengantarkan sinyal kenyang ke otak setelah saat mencerna makanan. Alhasil, menurut Tan, waktu makan mungkin akan lebih lama dari 20 menit.
Namun, waktu 20 menit itu, menurut Tan, juga berperan penting dalam memberikan rasa kenyang pada tubuh. Studi menunjukkan 20 menit merupakan waktu yang dibutuhkan tubuh merasa kenyang. Singkatnya, tubuh akan merasa kenyang setelah 20 menit dari suapan pertama.
Tan menjelaskan dalam waktu 20 menit setelah suapan pertama, tubuh akan mengeluarkan hormon dan enzim yang memberi sinyal kenyang.
Dirinya kemudian menyarankan agar setiap orang dapat makan dengan tenang agar proses pencernaan bekerja dengan baik.
Makan terburu-buru juga berbahaya bagi tubuh karena dapat meningkatkan risiko tersedak. Makan terburu-buru juga membuat sistem pencernaan bekerja ekstra.
Jika merasa waktu 20 menit tak cukup untuk makan di tempat, sebaiknya makanan di bungkus dan dimakan di rumah.
Berita Terkait
-
Ini Syarat-syarat Perjalanan Transportasi di PPKM Level 4 Hingga Level 1
-
PPKM Level 4 Diperpanjang, Berikut Aturan Baru Perjalanan Dalam Negeri
-
Kabupaten Tangerang Tetap Jalankan PPKM Level 4, Ini Tanggapan Mendagri
-
Kasus Aktif Covid-19 Menurun, Anies: Sudah Tidak Ada Pasien di Selasar IGD
-
Terapkan PPKM Level 4, Masuk Pekanbaru Wajib Lengkapi Syarat Ini
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Berdinas di Polda Riau, Polisi Bunuh Ibu Kandung saat Jalani Rawat Jalan Kejiwaan
-
Anggota Polisi Biddokkes Polda Riau Bunuh Ibu Kandung, Pernah Dinas di Brimob
-
Sadisnya Anggota Polisi Riau, Habisi Nyawa Ibu Kandung di Siak
-
Geger di Siak, Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Luka di Leher
-
DBH Merosot 57 Persen, Transfer Pusat ke Daerah Riau Turun