SuaraRiau.id - Kasus Covid-19 di Indonesia belakangan menjadi sorotan lantaran tiba-tiba melonjak drastis. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun mengungkapkan penyebab naiknya kasus Covid-19 tersebut.
IDI menyebut bahwa penyebab utama melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia adalah karena masuknya virus Corona varian delta ke Tanah Air.
Wakil Ketua Umum Pengurus IDI Slamet Budiarto mengungkapkan bahwa jika merebaknya virus ini dikarenakan adanya varian delta yang masuk ke Indonesia.
Slamet meragukan jika meningkatnya kasus dikarenakan kegiatan mudik.
“Kalau penyebabnya mudik, mudik yang mana? tanggal 4-17 Mei sudah selesai masa inkubasi, nah setelah tanggal 17 saya nggak tahu, itu bisa dikaitkan, karena 4-17 Mei kalau dia mudik dia sudah nulari, dan saat itu 7 hari sudah keluar gejala. Jadi ini tidak mungkin, mungkin ada salah satunya iya. Tapi faktor pencetus utama adalah masuknya virus delta ke Indonesia,” terang Slamet seperti dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com pada Rabu (7/7/2021).
Ia menambahkan bahwa virus corona varian delta ini memang parah sekali. Kata dia, jika virus Corona biasa untuk bisa menulari manusia butuh waktu 3 bulan. Tapi varian delta ini hanya butuh waktu 2-3 minggu untuk menyebarkan virus.
“Virus lama butuh berapa bulan? 3 bulan kan? Oktober, November, Desember, Januari akhir meledak kan? Butuh waktu 4 bulan. Ini varian delta butuh waktu berapa? 3 minggu,” ujar Slamet.
“Jadi mudik itu bukan satu-satunya penyebab, penyebab utamanya adalah masuknya virus delta dari luar negeri, baik yang dibawa oleh orang asing ataupun dibawa orang Indonesia yang bekerja di sana. Artinya, tidak ketat (pengawasan keluar masuk),” sambung dia.
Meski begitu, Slamet menyebut bisa saja mudik ini menjadi salah satu penyebab naiknya kasus. Tapi itu mudik yang dilakukan setelah masa pelarangan, yakni setelah 17 Mei 2021.
“Kalau mau menyalahkan mudik, mungkin mudik setelah tanggal 17 Mei, kan dilarang mudik 4-17, setelah tanggal 17 nggak disekat lagi, kalau mudik terkait lebaran, berarti yang pulang kampung itu, jadi pulang kampung setelah tanggal 17 mungkin itu bukan penyebab tapi memperberat. Tapi tidak bisa menyalahkan 100 persen, yang disalahkan 100 persen kenapa virus itu masuk Indonesia? Penjagaan orang keluar masuk Indonesia gimana itu?” tegas Slamet.
Dia mengatakan IDI menduga sebanyak 80 persen orang yang terkena virus Corona varian delta di Indonesia.
Slamet mengatakan penularan virus varian delta itu sangat cepat.
“Penelitian LIPI itu 70-80 persen (orang terkena varian delta), kalau kita perkiraan IDI tuh 80 persen virus delta, karena sangat menular sekali, orang pakai masker tembus kok, masker satu lapis tembus, ini baru analisa kami ya, makanya kami anjurkan memakai masker dobel,” ujar dia.
Lebih jauh, Slamet juga meminta pemerintah waspada akan bahaya virus Corona varian baru. IDI meminta pemerintah membatasi keluar-masuk orang asing masuk.
“Ini masuknya virus delta ke Indonesia jadi pelajaran sangat berharga, di India sudah ada lagi varian delta plus, nah kalau nggak ketat lagi, kalau kita tak bisa kendalikan nanti meledak lagi,” pesan Wakil Ketua Umum IDI tersebut.
Berita Terkait
-
Ramai soal Virus Corona Varian Delta, Begini Penjelasan Gubernur Riau
-
Paling Ganas! Tsunami Covid RI Dipicu Virus Delta, Satgas: 1 Orang Bisa Tularkan 5 Lainnya
-
Waspada! Satgas Sebut Virus Corona Varian Delta Sudah Masuk Sumbar
-
Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Selasa Ini Jadi Rekor Tertinggi, Ada 324.597 Orang
-
Kemanjuran Vaksin Pfizer Turun Jadi 64 Persen Hadapi Covid-19 Varian Delta
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Teror Monyet Liar di Tembilahan, Sekolah Diliburkan Diganti Belajar Online
-
Tak Cuma Flyover Garuda Sakti, SF Hariyanto Usulkan Proyek Bangun Jembatan Siak V
-
Viral Tabrak Pemotor, Pengemudi Sedan di Pekanbaru Ternyata Positif Narkoba
-
Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
-
Menteri PU Dody Hanggodo Wacanakan Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing