SuaraRiau.id - Gubernur Riau Syamsuar berkomitmen melakukan upaya pengentasan kekurangan pangan di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning tersebut.
Syamsuar mengatakan bahwa hal itu sudah menjadi prioritasnya dalam mencukupi ketahanan pangan. Hal itu bermula dari keberhasilannya saat memimpin Kabupaten Siak dalam sektor pertanian.
Saat Syamsuar menjadi Bupati Siak, ia berhasil menjadikan Kecamatan Bungaraya sebagai lumbung padinya Siak, pun begitu dengan Kecamatan Sabak Auh, Sungai Apit dan lainnya.
Saat ini, melalui program Food Estate, ada 60 ribu hektare lahan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Lahan itu sedang disiapkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dalam sektor pertanian.
Dikatakan Gubernur Syamsuar, Food Estate berbeda dengan yang sudah ada seperti di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. Food estate cakupannya lebih luas.
"Food estate yang dibangun kali ini berbeda dengan di Kecamatan Bungaraya yang hanya fokus di padi. Food estate terintegrasi dengan jagung, kedelai, buah buahan yang semuanya tanaman produktif yang artinya tidak terfokus pada padi. Intinya bernilai ekonomis dan memiliki ketahanan pangan," kata Gubernur Riau Syamsuar di rumah kediamannya belum lama ini.
Tanpa perhatian pemerintah dalam urusan pangan Provinsi Riau akan terus berada dalam kondisi kerentanan pangan.
Saat ini, sambungnya, Riau hanya mampu memasok kebutuhan pangannya sendiri, terutama beras, sebanyak 35 persen. Sisanya sebanyak 65 persen mengandalkan pasokan dari luar.
"Target sampai 2024 bisa 55 persen. Kalau food estate berhasil bisa lebih dari target," ungkap Bupati Siak dua periode itu.
Syamsuar sendiri mengakui membangun ketahanan pangan bukan perkara mudah. Sebab, selain harus menyediakan lahan, persoalan irigasi juga harus diperhatikan. Menurutnya urusan irigasi tersebut mengharuskan tindakan pemeliharaan sungai.
Perbaikan irigasi sekunder dan tersier sangat diharuskan agar bisa membuat dua kali musim tanam dalam setahun.
"Jadi irigasinya itu juga harus diperhatikan. Selain itu kalau ingin produktivitas sawah meningkat, musim tanamnya harus dua kali. Sangat sayang kalau irigasinya bagus, tapi musim tanamnya cuma sekali," pintanya.
Untuk pembiayaannya, kata Syamsuar, tentunya tidak hanya dari APBD Provinsi Riau tapi meminta bantu dari APBN. Sehingga dari sisi pembiayaannya ada kolaborasi untuk membentuk korporasi petani.
"Sudah harus dimulai kalau petani harus diajar menjadi petani yang berbisnis dan hal ini bisa disupport dari dana dari pusat, provinsi dan kabupaten dan tentunya hal seperti ini langkah konkrit sebagai upaya menutupi kekurangan pangan di Riau," bebernya.
Bila tidak ada halangan program ini bakal dimulai tahun 2022 dengan menjadikan Kabupaten Rokan Hilir sebagai wilayah pertama.
"Selain itu ada juga program food estate Kemenhan yang berlokasi di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Luasannya juga 30 ribu hektare. Jadi total ada 60 ribu hektar food estate di Riau, kalau semuanya berjalan lancar, ketahanan pangan kita bakal membaik pada 2024," jelasnya.
Berita Terkait
-
Pos Penyekatan di Perbatasan Riau Diperpanjang hingga Juni
-
Heboh Bupati Meranti Buat Kerumunan, Begini Respons Syamsuar
-
Gubernur Sumsel Dukung Program Food Estate untuk Stabilitas Pangan
-
Kasus Covid-19 di Riau Meningkat, Begini Penjelasan Syamsuar
-
Kasus Covid-19 Tinggi, Syamsuar Minta Tempat Wisata Dumai Ditutup
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya
-
11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL
-
Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba
-
Ketua PP Siak Ditahan usai Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan Pelajar 16 Tahun
-
KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang