SuaraRiau.id - Sebanyak 17 pegawai lembaga pemasyarakatan (lapas) di Riau diberhentikan secara tidak hormat karena terlibat dalam peredaran narkoba.
Hal ini sebagai bukti tegas Kemenkumham Riau dalam memberantas peredaran narkoba baik yang menyangkut warga binaan ataupun pegawainya.
Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Ibnu Chuldun mengatakan bahwa pemecatan dilakukan karena ke-17 pegawai itu terlibat dalam peredaran narkoba dari dalam lapas.
"Ini bukti nyata kami dalam memberantas peredaran narkoba, tidak hanya warga binaan, tapi petugas yang terindikasi atau terlibat peredaran narkoba sebanyak 17 orang telah dipecat," ucap Ibnu Chuldun dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (22/2/2021).
Lebih lanjut, Ibnu mengatakan, petugas lapas dari lingkungan Kemenkumham Riau ini nantinya akan ditempatkan pada blok pengendali narkoba, jika masih terlibat akan dikirim ke Nusakambangan.
Sebelumnya, sebanyak 6 orang petugas lapas, baik dari Bangkinang, Bengkalis, Pasir, dan Bagan yang terlibat dalam peredaran narkoba sudah dikirim ke Nusakambangan.
"Sebanyak enam orang sudah dikirim ke Nusakambangan dalam dua tahap, pertama Kamis, 18 Februari 3 orang dan tahap kedua, Jumat, 19 Februari 2021 juga tiga orang," tambah Ibnu.
Sementara itu, Dirjenpas Kemenkumham Irjen Reynhard Silitonga mengapresiasi langkah Kemenkumham Riau. Dia meminta seluruh jajarannya bisa menjaga marwah Lapas.
"Jangan kita menjadi kuncup karena ulah segelintir oknum dengan kepentingan pribadinya. Mari kita bersatu dalam menjaga marwah Pemasyarakatan," ujar Reynhard.
Reynhard meminta jajaran tidak perlu takut dalam memberantas siapapun yang terlibat kasus narkoba. Termasuk berbagai gangguan yang ada di lingkungan Pemasyarakatan.
"Bila ada gangguan di pintu utama lapas atau rutan dari petugas-petugas lain (oknum BNN dan Kepolisian). Maka saya yang di depan, nyawa saya pertaruhkan dalam menjaga marwah (Pemasyarakatan) itu," tegas dia.
Reynhard juga meminta Kakanwil Kemenkumham Riau untuk tegas memberikan hukuman kepada pegawai lapas jika terlibat peredaran narkoba.
"Saya ingatkan kepada petugas, jangan coba-coba bermain dengan narkoba. Jangan menjadi bagian dari peredaran narkoba, baik itu pengguna, kurir, atau bahkan menjadi bandar. Bertobat kalian, kalau tidak akan saya sikat," terang Reynhard.
Berita Terkait
-
Ibu Rumah Tangga di Cianjur Edarkan Narkoba
-
Pengedar Narkoba di Cianjur Dikendalikan Dari Lapas Gunung Sindur Bogor
-
Dikirim Istri, Napi Lapas Gunung Sugih Sembunyikan Narkoba di Bantal
-
Terlibat Bisnis Narkoba, DPO Mantan Anggota DPRD Lubuklinggau Dibekuk
-
Polri Harus Usut Dugaan Kompol Yuni Beking Bandar hingga Ambil Barbuk Kasus
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Dari Sabang hingga Merauke, Pendampingan PNM Jadi Ruang Tumbuh Usaha Ibu-Ibu Prasejahtera
-
Promo Alfamart 1-15 Mei 2026, Diskon Sunscreen hingga Produk Makeup
-
Klasterisasi Pala Jadi Strategi PNM Perkuat Ekonomi Perempuan Berbasis Potensi Lokal
-
Pekanbaru Segera Kucurkan Beasiswa Rp10 M untuk Mahasiswa dan Tahfidz
-
Sawit Mitra Swadaya Riau Melemah, Harganya Turun Jadi Rp3.832 per Kg