SuaraRiau.id - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan peningkatan daya saing, produktivitas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi fokus dari kebijakan pemerintah.
Hal tersebut dikakukan sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional disamping melalui instrumen-instrumen kebijakan makro seperti kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.
Untuk itu, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas adalah dengan membahas Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat yang disetujui pada bulan Oktober lalu.
“Omnibus law (ciptaker) adalah bertujuan untuk memperbaiki ekosistem investasi kita, mempermudah dan mendorong UMKM yang selama ini juga sudah didukung oleh berbagai program pemerintah, dan juga untuk mengefisienkan pemerintahan di dalam melaksanakan mandatnya sehingga tidak menimbulkan birokratisasi dan regulasi yang rumit. Inilah yang akan di menjadi salah satu motor penggerak pemulihan ekonomi dan memposisikan Indonesia berbeda dengan emerging developing country yang lain,” kata Sri Mulyani dalam webinar, Selasa (10/11/2020).
Menkeu berharap dengan omnibus law akan memberikan banyak sekali berbagai kemungkinan baru bagi perekonomian Indonesia, dimana potensi dari mulai usaha kecil menengah masyarakat dan berbagai keinginan untuk melakukan inovasi akan bisa terwadahi secara jauh lebih mudah dan efisien.
Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, hal itu dilakukan untuk membuat seluruh potensi ekonomi Indonesia di semua sektor dan di semua daerah bisa meningkat secara baik.
Sri Mulyani mengharapkan bahwa dengan adanya omnibus law ini bisa menciptakan lingkungan ekonomi yang kompetitif dan produktif.
Namun di satu sisi, dirinya juga menegaskan bahwa bersamaan dengan pelaksanaan UU Omnibus Law ini, pemerintah juga akan terus memperbaiki pondasi-pondasi ekonomi Indonesia.
“Kita akan menggunakan tools seperti APBN bersama dengan tools reformasi struktural ini. Kalau negara lain hanya sibuk menghadapi Covid saja, namun saat ini selain kita tetap sibuk menghadapi Covid dan memulihkan ekonomi, kita juga bekerja keras untuk terus membangun reformasi. Banyak hal yang memang perlu untuk terus direformasi, untuk perbaikan fondasi ekonomi dan perbaikan kesejahteraan kita,” katanya.
Sri Mulyani menyampaikan bahwa Presiden memprioritaskan lima hal yang harus menjadi area fokus bagi program reformasi struktural yaitu pengembangan SDM, pembangunan infrastruktur, deregulasi, debirokratisasi, dan mentransformasikan ekonomi.
Ini berarti pemerintah saat ini melakukan pekerjaan simultan yang sangat penting bagi masa depan Indonesia dan tidak hanya fokus kepada krisis Covid-19 saja.
Sri Mulyani menambahkan langkah-langkah pemulihan ekonomi disertai dengan perbaikan reformasi struktural di berbagai bidang melalui pengesahan omnibus law yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia saat ini telah mendapat banyak pandangan positif dari lembaga pemeringkat maupun lembaga multilateral.
Moody's, Fitch Ratings, ADB, dan World Bank menyampaikan pandangan bahwa Undang-Undang Omnibus Law dan kebijakan reformasi struktural adalah upaya sungguh-sungguh Pemerintah Indonesia untuk memperbaiki iklim investasi, memberikan kesempatan kerja yang luas, dan juga memperhatikan lingkungan hidup.
“Ini semuanya adalah komitmen dari pemerintah untuk tidak hanya menangani Covid, namun juga terus bekerja secara detail mengenai pemulihan ekonomi dan mengakselerasinya serta membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat," terangnya.
Sri Mulyani berharap optimisme dan kerja keras ini juga di-share oleh seluruh pelaku market dan oleh karena itu kita akan bisa mengambil kesempatan yang luar biasa penting saat ini untuk bisa mendudukan dan memposisikan Indonesia menjadi emerging market yang stabil dan terus bergerak maju.
Berita Terkait
-
Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI
-
Purbaya Turun Tangan Bantu Korban Tumpahan Minyak Montara NTT 2009, Tak Cuma Janji Ganti Rugi
-
Pasar Modal RI Sukses Himpun Dana Rp 125 T di Semester I 2026, Jumlah Investor 28 Juta
-
Purbaya Beberkan Fakta-fakta di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI 5,29% Q2 2026
-
Purbaya Akui Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 T Dibayar dari APBN, Cicilan 6 Tahun Rp 40 T
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%
-
Anggaran Riau Terbatas, SF Hariyanto Ogah Bebani Rakyat dengan Pajak Baru
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship
-
Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik