SuaraRiau.id - Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kembali saling balas di media sosial dengan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.
Kedua tokoh tersebut sering berseberangan pandangan satu sama lainnya di media sosial dan mereka suka saling sindir dengan dahsyat.
Di salah satu kesempatan, Tengku Zulkarnain mengeluarkan jurus sindiran yang ternyata memancing Ferdinand muncul.
Tengku mengunggah tautan berita berjudul: Ferdinand ke TZ: Perut Kenyang, Mobil Mewah, Ayam Banyak, Itu untuk Berjuang?.
"Pak Jokowi orang ini kenapa lama sekali diberi jabatan, sih...? Mbok ya beri jabatan komisaris, gitu. Kan dia sudah lama nganu..." kata Tengku.
Ferdinand keluar dengan berondongan komentar sekaligus mencoba membalikkan serangan Tengku. Dia bilang, "Zul, apakah perjuanganmu sekarang cuma mau ngejar jabatan komisaris? Kenapa kau buka isi dapur perjuanganmu dengan menuduhkan ke yang lain?"
Ferdinand yang belakangan menjadi pendukung pemerintahan Joko Widodo ini, menekankan tujuan perjuangannya sama sekali bukan untuk mengejar kedudukan, melainkan lenyapnya intoleran dari muka bumi Indonesia.
"Zul, tujuan perjuangan saya hadiah besarnya adalah hilangnya kaum intoleran di Indonesia dan bangsa ini hidup damai toleran ber Pancasila, bukan jabatan," kata Ferdinand.
Di lain waktu lagi, Tengku menanyakan tentang pilihan hidup manusia.
"Buat apa kenyang tapi jadi budak...? Bukankah lebih baik dan lebih terhormat lapar dalam perjuangan untuk menyiapkan dunia yang nyaman bagi anak cucumu kelak...?" kata dia. Dalam tweet, Tengku tidak menyebut siapapun yang dibicarakannya.
Ferdinand menuduh Tengku semakin lama semakin jago retorika, makin cerdas membodohi khayalak.
"Zul, kata lebih baik lapar dalam perjuangan itu tak lebih dari retorika membodohi, tidak mungkin orang lapar bisa berjuang kecuali anarki. Zul, kamu budak dari apa sekarang? Kok kenyang? Mobil mewah, ayam banyak itu untuk berjuang?" kata Ferdinand.
Sebelum itu, Tengku membahas tentang latar belakang balas jasa tim sukses.
"Membalasi tim sukses dengan kedudukan dan gaji besar biasa karena dua faktor. Pertama, membalas jasa. Kedua, menutupi borok bersama... Bagaimana menurut anda...? Cocok kam rasa?" kata Tengku.
Di situ Tengku tidak menyebut siapa yang sedang dibahasnya, tetapi Ferdinand langsung menanggapi seakan-akan pernyataan Tengku ditujukan kepada Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Ferdinand mention ke akun Twitter Anies.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
Pria di Bengkalis Tersangka Perambahan Hutan 20 Ha, Sebagian untuk Tanam Sawit
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak