SuaraRiau.id - Warga binaan atau narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Provinsi Riau, yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah.
Hingga Senin (5/10/2020) jumlah napi yang terinfeksi Covid-19 di lapas tersebut menjadi 44 orang.
Perawat Lapas Perempuan Pekanbaru, Ina Kurniasih, Senin (5/10/2020), mengatakan terdapat penambahan 14 kasus baru hasil tes swab terhadap 50 orang napi di tempat itu.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau melakukan uji swab di Lapas Pekanbaru pada 2 Oktober lalu.
Sejak kasus Covid-19 pertama dari seorang petugas Lapas Perempuan Pekanbaru diketahui pada pertengahan September, tempat tersebut menjadi klaster penularan cukup besar.
Pada awal Oktober diketahui ada 28 napi dan tiga petugas yang terpapar Covid-19.
“Jumlahnya sekarang 44 orang yang terkonfirmasi dari warga binaan,” kata Ina kepada wartawan di Pekanbaru.
Pihak Lapas kini menambah ruang isolasi mandiri untuk napi yang sakit menjadi enam ruangan terpisah.
Mereka dibagi berdasarkan kondisi kesehatan dari yang orang tanpa gejala (OTG), gejala ringan, dan yang sudah pulih dari gejala. Ruangan itu berukuran 4 x 5 meter, dan napi yang sakit wajib selalu mengenakan masker.
Ia mengatakan napi yang sakit diperiksa setiap hari, diberi asupan makanan, vitamin, dan obat tergantung gejala yang muncul. Hingga kini belum ada warga binaan yang dinyatakan sembuh.
“Yang sembuh belum ada karena karantina belum 14 hari. Kondisi mereka setiap hari dipantau,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Riau Ibnu Chuldun pada pekan lalu mengerahkan tenaga bantuan dokter untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, yang menjadi tempat isolasi mandiri puluhan napi Covid-19.
“Kami tugaskan Kepala Divisi Pemasyarakatan untuk meminta bantuan tenaga dokter dari Lapas lain ke Lapas Perempuan, juga ke Puskesmas setempat,” kata Ibnu Chuldun kepada Antara.
Ibnu menjelaskan, saat ini Lapas Perempuan tidak punya tenaga dokter, hanya terdapat perawat sebanyak dua orang. Menurut dia, pihaknya masih berupaya untuk mengobati warga binaan dengan isolasi mandiri di fasilitas tersebut.
“Kami masih berusaha keras melakukan isolasi mandiri kepada warga binaan pemasyarakatan. Laporan dari Kepala Lapas pagi ini membutuhkan dokter untuk pengecekan atau monitoring perkembangan keluhan warga binaan. Lapas Perempuan saat ini baru ada tenaga perawat,” tambah Ibnu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Pembebasan Lahan untuk Flyover Garuda Sakti Pekanbaru Dimulai Tahun Ini
-
Harga Sawit Mitra Plasma Riau Mengalami Kenaikan, Ini Daftar Lengkapnya
-
5 Mobil Bekas Ternyaman untuk Penumpang Lansia, Fitur Keselamatan Lengkap
-
Dua Orang Meninggal dalam Kecelakaan Mobil Masuk Kanal di Pelalawan
-
5 Mobil Matic Bekas 50 Jutaan Mudah Dikendarai dan Bandel untuk Pemula