SuaraRiau.id - Sebanyak 18 pasien dari 36 warga Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) yang positif virus corona (Covid-19) dinyatakan sembuh.
"Sejak bulan Agustus, kasus positif Covid-19 di Pasaman Barat mengalami kecenderungan naik. Namun angka yang sembuh juga naik," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Jumat (11/9/2020).
Ia mengatakan 36 kasus positif itu sejak Agustus lalu atau sejak diberlakukannnya penerapan adaptasi kebiasaan baru.
"Jangan abai dengan protokol kesehatan. Selalu memakai masker keluar rumah, rajin mencuci tangan dan tetap menjaga jarak dan tidak membuat kerumunan," katanya seperti yang dikutip Antara.
Selain itu juga kepada warga jangan memaksakan diri perjalanan keluar daerah terutama ke daerah zona merah Covid-19 dan keluar Sumbar.
"Kebanyakan pasien yang positif saat ini merupakan pelaku perjalanan. Diminta kesadaran warga jika pulang melakukan perjalanan melakukan swab test. Sebelum hasilnya keluar diharapkan isolasi mandiri dahulu," harapnya.
"Terakhir 10 orang dokter magang pada RSUD Pasaman Barat dinyatakan sembuh pada Kamis (10/9/2020), meskipun di waktu bersamaan ada penambahan tiga orang positif," tuturnya.
Menurutnya dengan adanya kesembuhan pasien positif itu maka tentu hal yang sangat menggembirakan.
"Dengan isolasi dilakukan dengan benar, banyak makan buah-buahan, sayur, vitamin dan banyak minum air putih maka kemungkinan diisolasi di RSUD dan ada di Balai Diklat Talu Kecamatan Talamau.
Ia menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Biasakan memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak.
"Mudah-mudahan dengan kesadaran bersama, Covid-19 ini cepat menjauh dan kita semua terhindar dari virus ini," harapnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
Kondisi di MAN 3 Padang Pascaledakan Bom Rakitan
-
Tradisi Hoyak Tabuik 2026 Kembali Meriahkan Pantai Gandoriah Pariaman
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
BRI Perkuat Respons Pascagempa NTT dengan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit
-
Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya