- Kondisi arena Pacu Jalur di Tepian Lubuok Sobae Baserah menuai perhatian.
- Pelataran kawasan itu amblas, dan mengalami penurunan di tepian sungai.
- Keadaan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan para pengunjung.
SuaraRiau.id - Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) bakal segera menyaksikan event tahunan Festival Pacu Jalur yang menarik pengunjung lokal hingga mancanegara.
Namun menjelang Pacu Jalur Nasional yang menjadi sorotan dunia, kondisi arena Tepian Lubuok Sobae di Baserah mulai menuai perhatian.
Sejumlah bagian pelataran area kawasan tersebut tampak retak, amblas, dan mengalami penurunan struktur di sisi tepian sungai.
Kerusakan itu dinilai bukan lagi sekadar persoalan estetika, tetapi telah berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang berkunjung.
Tokoh muda asal Baserah, Barry Eko Lesmana menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi kawasan yang selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat dan budaya di Kuansing tersebut.
"Yang kita khawatirkan bukan hanya soal kerusakan fisiknya, tetapi keselamatan masyarakat. Di beberapa titik sudah terlihat amblas dan retak cukup panjang. Jika terus dibiarkan, ini bisa membahayakan pengunjung yang datang," ujarnya, Senin (18/5/2026).
Barry menyampaikan jika tidak segera ditangani, kerusakan yang ada dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan, terutama saat kawasan dipadati pengunjung pada momen Pacu Jalur maupun aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ia mengatakan, Tepian Lubuok Sobae selama ini menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi warga, terutama anak-anak muda dan masyarakat yang datang menikmati suasana tepian sungai.
Karena itu, kondisi infrastruktur di kawasan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah sebelum menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurut Barry, kawasan tepian sungai memiliki karakter tanah yang rentan mengalami abrasi dan pergeseran struktur.
Jika tidak segera diperkuat, kerusakan kecil yang terlihat hari ini bisa berkembang menjadi longsor pada bagian pelataran lainnya.
"Jangan sampai nanti baru sibuk mencari solusi ketika sudah ada korban atau kerusakan besar. Pencegahan jauh lebih penting. Pemerintah harus bergerak cepat melihat kondisi ini," katanya.
Ia berharap Pemkab Kuansing dapat segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk melakukan penanganan teknis dan revitalisasi kawasan Tepian Lubuok Sobae.
Barry menegaskan bahwa persoalan ini membutuhkan kolaborasi agar penanganannya tidak setengah-setengah.
Dia juga menilai, Tepian Lubuok Sobae bukan hanya fasilitas umum biasa, tetapi bagian dari wajah budaya daerah yang memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat Kuansing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Investasi ORI030 di BRI, Nikmati Kupon Tetap Hingga 7,00% per Tahun
-
Tentang Tiongkok, Sosialisme yang Mengabdi kepada Rakyat
-
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
-
Seret Kemenhut, KPK Dalami Dugaan Alih Fungsi Hutan Lindung Bupati Kuansing
-
Abdul Wahid Dituntut Lebih Berat, Jaksa KPK Beberkan Alasannya