- Tiga remaja tenggelam akibat tersapu gelombang saat memancing di Pantai Senekip, Bengkalis, pada 9 Oktober 2026.
- Tim SAR Gabungan bergerak cepat melakukan pencarian intensif setelah menerima laporan musibah tersebut dari pihak berwenang.
- Dua korban ditemukan meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi petugas.
SuaraRiau.id - Tiga remaja pemancing tenggelam di Pantai Senekip, Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, pada Jumat (9/10/2026).
Akibatnya 2 orang meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan.
Lokasi pemecah ombak yang terjal serta kondisi perairan Pantai Senekip diduga menjadi penyebab utama para korban tersapu gelombang.
Kasat Polairud Polres Bengkalis, AKP Danil menyatakan begitu menerima laporan, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan upaya pencarian dan pertolongan.
"Pukul 09.15 WIB, tim gabungan bergegas menyiapkan sarana evakuasi air serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna menyisir titik perairan tempat para korban dilaporkan hilang," ujar Danil.
Tiga korban awalnya terjatuh dan terseret arus laut saat tengah memancing di lokasi tersebut. Penyisiran secara intensif langsung digelar dengan membagi area pencarian.
Tim SAR Gabungan dari personel Sat Polairud Polres Bengkalis, TNI AL, Bhabinkamtibmas, BPBD Kabupaten Bengkalis, dan masyarakat setempat tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.00 WIB.
Di awal proses pencarian, petugas berhasil menemukan satu orang korban dalam kondisi selamat atas nama Rama Ramadhan (17), warga Desa Teluk Pambang.
"Remaja tersebut segera dievakuasi ke darat oleh petugas dan warga sekitar untuk mendapatkan penanganan medis awal serta perawatan pascatrauma," kata Danil.
Sekitar pukul 10.30 WIB, tim evakuasi menemukan korban kedua atas nama Adha Irwansyah (17), warga Dusun Tanjung Kudus, Desa Teluk Pambang.
Namun sayang, saat ditemukan oleh tim penyelamat, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa akibat tenggelam.
Pada pukul 11.45 WIB, korban ketiga atas nama Saputra Hamzani alias Rio (18), warga Desa Muntai, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Seluruh korban selamat maupun jenazah korban meninggal langsung dievakuasi dari lokasi pantai dan diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga masing-masing," tegasnya.