- Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menutup beberapa ruang terbuka hijau dan taman kota hingga Minggu (8/10/2026).
- Kebijakan tersebut diambil karena kabut asap kebakaran hutan membuat kualitas udara berada dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
- Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak berolahraga di area terbuka guna mengantisipasi dampak buruk paparan udara tercemar.
SuaraRiau.id - Kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan menyebabkan sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota di Pekanbaru ditutup sementara.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, penutupan tersebut diberlakukan terhadap RTH Kaca Mayang, RTH Tunjuk Ajar, dan taman kota.
"Sampai hari Minggu nanti RTH Kaca Mayang dan RTH Tunjuk Ajar serta taman kota kita tutup dulu," katanya, Kamis (8/10/2026).
Pemkot Pekanbaru kembali mengambil kebijakan itu seiring memburuknya kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Selain menutup sejumlah ruang publik, Pemkot Pekanbaru juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas olahraga di ruang terbuka.
Markarius meminta tempat-tempat olahraga terbuka juga ditutup sementara.
Menurut dia, aktivitas olahraga yang seharusnya bertujuan menjaga kesehatan justru dapat berdampak buruk apabila dilakukan ketika kualitas udara sedang memburuk. Dikhawatirkan dalam kondisi seperti justru menjadi tambah tidak sehat.
"Jadi kita mengimbau juga tempat-tempat olahraga yang terbuka itu kita harapkan untuk ditutup dulu sementara. Sebetulnya olahraga itu mau sehat tapi kalau dalam kondisi begini kita olahraga tentu tambah tidak sehat," jelas Markarius.
Penutupan RTH dan imbauan penghentian sementara aktivitas olahraga di ruang terbuka ini, lanjutnya, dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk paparan udara tercemar bagi kesehatan.
Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas yang dapat meningkatkan paparan terhadap udara tercemar.
Sebelumnya pada beberapa pekan lalu RTH dan taman kota juga sempat ditutup akibat adanya kabut asap.
Akan tetapi dibuka kembali ketika keadaan sudah normal namun sering tidak bertahan lama kabut asap kembali muncul di Pekanbaru. (Antara)