Dikepung Kabut Asap Karhutla, Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya

Kabut asap karhutla juga mempengaruhi jarak pandang (visibility) Pekanbaru yaitu sekitar 2 kilometer.

Eko Faizin
Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:44 WIB
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya
Kualitas udara Pekanbaru level Berbahaya pada Selasa (25/8/2026) pagi. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap karhutla dengan kualitas udara berbahaya dan jarak pandang dua kilometer pada Selasa pagi.
  • BMKG Pekanbaru mencatat 393 titik panas di Provinsi Riau pada Senin, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan.
  • Dinas Kesehatan Riau melaporkan 453 kasus ISPA di empat wilayah akibat paparan asap karhutla pada 19 hingga 22 Agustus 2026.

SuaraRiau.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (25/8/2026) pagi.

Berdasarkan pantauan IQAir Selasa pukul 09.30 WIB, kualitas udara Pekanbaru berada di kategori level Berbahaya, dengan PM2.5 sebesar 254,6 µg/m³.

Berdasarkan update data BMKG Pekanbaru, Senin (24/8/2026), jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau sebanyak 393 dengan jumlah terbanyak di Pelalawan yakni 153.

"(Titik panas) Indragiri Hilir 140 hotspot, Bengkalis 32, Indragiri Hulu 26, Kampar 12, Rokan Hilir 8, Rokan Hulu 6, Siak 6, Meranti 3, Pekanbaru 2, dan Kuantan Singingi 1," jelas Prakirawan BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati.

Kabut asap karhutla juga mempengaruhi jarak pandang (visibility) Pekanbaru yaitu sekitar 2 kilometer.

Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus

Dinas Kesehatan Riau mencatat sebanyak 453 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada 19-22 Agustus 2026. Kasus tersebut ditemukan di tengah kabut asap karhutla yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan kasus ISPA yang berkaitan dengan paparan asap saat ini masih relatif kecil dan tersebar di empat kabupaten/kota.

"Data sementara kita, saat ini kasus ISPA akibat asap tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Pelalawan dan Siak," katanya, Senin (24/8/2026).

Dari empat wilayah tersebut, Kota Pekanbaru mencatat jumlah kasus paling tinggi dengan sekitar 150 kasus.

Menurut Zulkifli, tingginya angka tersebut tidak terlepas dari jumlah penduduk Pekanbaru yang lebih besar dibandingkan wilayah lainnya Sementara itu, daerah lain di Riau belum mencatat kasus ISPA yang masuk dalam kategori terdampak asap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini