Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai

Sebanyak 40 orang dilarikan ke RSUD dr Suhatman lantaran mengeluh kondisi kesehatannnya terganggu

Eko Faizin
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:28 WIB
Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai
Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). [Suara.com/Lilis Varwati]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 40 orang di SDN 013 Dumai diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis pada Kamis, 13 Agustus 2026.
  • KPPG Pekanbaru menonaktifkan kepala SPPG dan mensuspensi penyedia makanan setelah puluhan korban dilarikan ke rumah sakit.
  • Badan Gizi Nasional memperketat pengawasan melalui aplikasi harian serta penerapan prosedur pencicipan makanan dua lapis.

SuaraRiau.id - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinonaktifkan imbas puluhan murid dan satu orang guru SDN 013 Buluh Kasap, Kota Dumai diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 40 orang dilarikan ke RSUD dr Suhatman lantaran mengeluh kondisi kesehatannnya terganggu usai menyantap hidangan MBG, Kamis (13/8/2026) kemarin.

Kepala KPPG Pekanbaru Dr Syartiwidya menyatakan pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru juga men-suspend SPPG yang mensuplai MBG ke sekolah tersebut.

"Kami sudah mengambil tindakan tegas berupa mensuspend SPPG dan menonaktifkan kepala SPPG -nya," ujarnya, Sabtu, (15/8/2026).

Terkait hasil pendalaman yang mereka lakukan terhadap dugaan makanan yang menjadi penyebab anak-anak tersebut mengalami keracunan.

Syartiwidya menjelaskan, pihaknya menduga berasal dari bakso yang disajikan dengan cabai yang menjadi menu saat ini.

"Dugaan sementara itu berasal dari cabai baksonya. Tapi untuk pastinya kami masih menunggu hasil laboratorium," terangnya.

Sementara untuk kondisi anak-anak yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan dirumah sakit, ia menyebut bahwa saat ini sebagian besar sudah diperbolehkan untuk pulang.

Hanya tersisa satu orang lagi yang masih berada di rumah sakit.

"Kalau untuk anak-anak yang sebelumnya sempat mendapat perawatan dirumah sakit sudah pulang semua, hanya tinggal satu orang lagi," ungkap Syartiwidya.

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, disebutkannya saat ini bahwa BGN sedang berbenah.

Salah satunya penggunaan aplikasi yang harus diisi setiap hari, mulai dari tahapan proses, bagaimana bahan baku, hingga distribusinya.

"Kemudian juga harus dilakukan pencicipan dua lapis. Baik oleh SPPG dan juga ketika tiba di sekolah. Jadi kalau tiba di sekolah sudah tidak bagus. Itu seharusnya tidak boleh didistribusikan lagi," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan menuturkan kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan tersebut.

"Benar, kami sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan yang dialami siswa setelah mengonsumsi MBG," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini