-
Perkenalan KKN berubah jadi obsesi berujung pada pembacokan mahasiswi UIN Suska.
-
Korban sempat menolak dan memblokir komunikasi pelaku.
-
Pelaku siapkan kapak sebelum lakukan pembacokan brutal.
Reyhan bahkan disebut pernah mendatangi rumah korban tanpa sepengetahuan Farradhila.
"Fara pernah bilang di chat, tapi nggak dibalas. Tiba-tiba pelaku datang ke rumah Fara. Bahkan Fara sendiri nggak tahu kalau Reyhan datang ke rumah,” ungkapnya.
Penolakan demi penolakan berujung pada aksi kekerasan. Pelaku disebut telah menyiapkan kapak dan parang sebelum mengayunkan sedikitnya tiga bacokan kepada korban hingga bersimbah darah.
Pihak keamanan kampus bergerak cepat memberikan pertolongan. Sementara Reyhan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum atas kasus Tragedi Pembacokan Mahasiswi UIN Suska yang mengguncang publik.