SuaraRiau.id - Blackout atau pemadaman listrik bergilir terjadi di Sebagian besar wilayah Sumatera, termasuk di wilayah Kota Pekanbaru. Pemadaman yang terjadi pada 4-5 Juni 2024 ini diakibatkan oleh gangguan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 275 kV Linggau-Lahat.
Kondisi ini dikeluhkan oleh sebagian besar warga Kota Pekanbaru, yang mengalami pemadaman bergilir hingga berjam-jam. Berbagai keluhan dari warga ini dirangkum oleh akun media sosial @pkucity dalam sebuah unggahan slides, Rabu (05/06/2024).
Pada slide pertama, menunjukkan sebuah foto yang berlatar di Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau. Pada foto tersebut, disematkan alasan mengunjungi lokasi ini lantaran mengalami listrik padam.
Pemadaman aliran listrik ini tak hanya berdampak pada manusia. Pada slide kedua, akun ini mengunggah sebuah foto dari warganet yang mengeluhkan dampak dari pemadaman selama 14 jam.
Baca Juga:Listrik Mati Berjam-jam, Warga Pekanbaru 'Ngungsi' ke Hotel: Kami Patungan
Warganet itu mengeluhkan ikan mas koi peliharaannya mati sebanyak 14 ekor, akibat listrik yang tidak menyala, akibat listrik padam dari pukul 19.00 WIB hingga 09.00 WIB keesokan harinya.
Warganet lainnya terpaksa mencari solusi dari pemadaman listrik ini dengan mengisi ulang daya ponselnya dengan port pengisi daya di mobil. Hal ini terpaksa dilakukannya lantaran bahan bakar minyak di genset miliknya telah digunakan hingga habis.
Tak hanya itu, kondisi ini juga dirasakan oleh siswa sekolah. Salah satu slide unggahan ini menunjukkan sejumlah siswa terpaksa membawa kabel ke sekolah untuk mengisi daya ponselnya di ruang kelas beramai-ramai.
Hal yang sama juga dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari sekolah tinggi Kesehatan, yang juga terpaksa mengisi daya di kampus.
Keluhan juga disampaikan oleh kaum emak-emak. Mulai dari nasi yang belum matang saat listrik padam, ponsel yang mati karena kehabisan daya, hingga terpaksa begadang karena memiliki bayi yang gelisah akibat padamnya listrik.
Baca Juga:Listrik Padam Berjam-jam Ganggu Aktivitas IRT di Siak: dari Masak hingga Urus Anak
Bahkan, pada slide terakhir, pengunggah menyamakan kondisi Pekanbaru saat itu sama seperti Kembali ke zaman purba. Dimana wilayah tersebut tak dialiri listrik dan terpaksa menggunakan sumber penerangan alternatif.
Unggahan ini ramai dibanjiri komentar dari warganet. Kebanyakan komentar berisi keluhan terkait pemadaman yang terjadi selama dua hari tersebut. Salah satunya disampaikan @isr***.
"Baru ini ngecas hp discoopy, eh tadi pagi langsung menyala indikator akinya. menyala scoopyku," tulisnya di kolom komentar.
"Nasi di magic com basi, ikan dikulkas malah busuk, menyala keuangan ku," imbuh @mae***.
"Sereeem mati lampu sinyalnya ilang semua. Gabisa ngapa-ngapain," timpal @aya***.
Kontributor : Anggun Alifah