SuaraRiau.id - Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong dan Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil) Sulaiman tengah menjadi perbincangan publik setelah video adu mulut hingga hampir baku hantam di sebuah acara viral di media sosial.
Keduanya cekcok saat berada di acara pelantikan sejumlah Pj Penghulu di Kecamatan Pekaitan Rokan Hilir pada Kamis (1/2/2024).
Setelah Afrizal Sintong, giliran Wakil Bupati (Wabup) Sulaiman angkat bicara. Ia mengaku bahwa sudah lama merasa dizalimi oleh Bupati Rokan Hilir.
![Tangkapan layar video Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir nyaris adu jotos. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/02/01/74023-bupati-dan-wakil-bupati-rokan-hilir-nyaris-adu-jotos.jpg)
Sulaiman menyebut jika dirinya tidak pernah dilibatkan dalam berbagai kegiatan sejak tahun 2023.
"Intinya, kemaren itu saya datang baik-baik untuk bertanya kepada Bupati. Kenapa nama saya tidak ada dalam undangan dan kenapa saya tidak pernah dilibatkan," katanya kepada Suara.com, Jumat (2/2/2024).
Dia mengaku bahwa keputusannya mendatangi Afrizal Sintong merupakan puncak dari kekecewaannya.
"Sebagai wakil bupati saya tidak mau ribut-ribut. Sejak 2023 saya diam tapi kenapa diam rasanya semakin diinjak-injak dan tak dianggap," ujar Sulaiman.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tidak ada marah-marah ataupun datang seperti orang kesurupan. Selain itu membantah terkait tudingan akan mempermalukan Bupati.
"Itu juga tidak betul itu, bohong itu. Selama 1 tahun saya cukup sabar. Banyak hal-hal di kabupaten saya diamkan saja. Saya ingin kenyamanan Rokan Hilir, tapi kok panas karna Bupati," jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Afrizal Sintong menyatakan jika Wakil Bupati Sulaiman datang seperti orang kesurupan. Tak hanya itu, Sulaiman juga disebut ingin menggagalkan acara pelantikan.
"Dia berulang kali bilang kalau itu wilayah dia dan harus lapor dulu," tutur Afrizal, Kamis (1/2/2024).
Pria akrab disapa Epi ini menyebut jika Sulaiman sudah berniat jauh-jauh hari ingin mempermalukannya di depan warga.
"Tadi dia sempat mengambil mic dan bicara sebentar serta mengatakan mau menggagalkan pelantikan tapi mic diambil oleh mantan Kepala Desa Toip," jelasnya.
Namun, Afrizal pun berharap video dan berita yang tersebar jangan dipolitisasi.
"Saya ingin mengundang Wakil Bupati bicara baik-baik, apa sebenarnya keinginannya," tegasnya.