"Pengakuan pemilik rumah, lokasi itu memang pernah dijadikan sebagai tempat pemotongan anjing untuk dijual ke rumah-rumah makan di Pekanbaru. Namun hampir 1 tahun sudah tak beroperasi," ungkap Kompol Bery, Minggu (21/1/2024).
Bery membeberkan pemilik rumah juga memonitor video itu dan merasa heran kenapa video lama itu viral lagi.
"Kepada pemilik media sosial kami ingatkan agar tidak asal memposting video karena mengakibat meresahkan,” kata dia.
Kasatreskrim pun meminta video tersebut dihapus karena mengakibatkan keresahan masyarakat.
“Kalau bisa di-takedown karena video itu video lama," ucap Bery.
Lebih lanjut, menurutnya terkait video viral penjagalan satwa anjing itu, hingga saat ini tidak ada menerima laporan polisi.
"Terkait kejadian ini tidak ada laporan polisi, tapi kalau kejadian yang 1 tahun lalu memang ada," tegasnya.
Namun, Yamin menyebutkan jika pengakuan pemilik rumah soal video yang beredar saat ini hanyalah video lama merupakan alibi.
Yamin pun mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dog Meat Free Indonesia dan forum RT/RW setempat akan membuat laporan ke polisi.
"Dalam waktu dekat Dog Meat Free Indonesia berjanji akan datang membuat laporan polisi," jelasnya.