Kasus Mahasiswa PCR Tewas Tenggelam di Sungai Kampar, Polisi Periksa 14 Orang

Nandang mengungkap kronologi tenggelamnya mahasiswa PCR tersebut.

Eko Faizin
Kamis, 08 Juni 2023 | 16:20 WIB
Kasus Mahasiswa PCR Tewas Tenggelam di Sungai Kampar, Polisi Periksa 14 Orang
Ilustrasi Tim SAR mencari mahasiswa PCR tenggelam.[Ist]

SuaraRiau.id - Kasus mahasiswa Politeknik Caltex Riau (PCR) tewas tenggelam di Sungai Kampar Pulau Cinta, Kampar berbuntut panjang.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Nandang Mumin Wijaya menyatakan ada 13 mahasiswa dan Kepala Prodi Fakultas Teknik Listrik PCR diperiksa polisi. Totalnya ada 14 orang.

"14 saksi sudah diperiksa. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kronologis kejadian," ujar Kombes Nandang dikutip dari Antara, Kamis (8/6/2023).

Nandang mengungkap kronologi tenggelamnya mahasiswa PCR tersebut. Menurutnya hal itu berawal dari korban Chandra Ari Kusuma (19) bersama ADR, FNR, SRM diperintahkan senior untuk membersihkan badan di sungai setelah berendam dalam kubangan lumpur, Sabtu (3/6/2023) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Lalu salah satu senior menyuruh korban bersama para rekannya ini menutup mata menggunakan kain hitam dan memegang tongkat, dipandu oleh senior RA hingga ke sungai," ungkap Nandang.

Saat itu salah seorang mahasiswa yang mendampingi korban mengaku tak bisa berenang dan meminta ke tepi sungai. Namun tak lama terdengar teriakan minta tolong dari korban dan rekannya.

"Teman korban dan Aldi Pratama langsung berusaha menarik Septia Riandra Mandala. Sedangkan FNR dan ADR ditolong oleh senior D. Akan tetapi korban tidak dapat ditolong dan langsung hanyut," tuturnya.

Setelah kejadian tersebut, Tim SAR gabungan mencari korban yang hilang terbawa arus. Usai pencarian selama lima hari, akhirnya korban ditemukan mengapung sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, Rabu (6/6/2023) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Berdasarkan pemeriksaan Ketua Panitia, WMZ, acara pengukuhan calon anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik PCR tersebut bukanlah kegiatan resmi kampus karena tanpa sepengetahuan pihak kampus," tambahnya.

Terkait perkara tersebut, polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa kain hitam penutup mata serta tongkat kayu dan besi sebagai alat peraga peserta mahasiswa. (Antara)

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

News

Terkini