facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Investor Hongkong Disebut Berminat dengan Pembangunan IKN Nusantara

Eko Faizin Minggu, 26 Juni 2022 | 19:14 WIB

Investor Hongkong Disebut Berminat dengan Pembangunan IKN Nusantara
Ilustrasi istana di IKN Nusantara Kaltim. [Istimewa]

Hubungan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Hongkong terus meningkat di tengah situasi kemunduran ekonomi.

SuaraRiau.id - Pemindahan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara ke Kalimantan Timur bakal membuka peluang baru bagi para investor asal Hongkong.

"Keputusan pemerintah kita untuk memindahkan ibu kota ke IKN Nusantara membuka banyak peluang bagi para investor potensial dari Hongkong," kata Konsul Jenderal RI di Hongkong Ricky Suhendar dikutip dari Antara, Minggu (26/6/2022).

Menurut dia, para investor dari Hongkong berminat melakukan investasi di bidang infrastruktur, transportasi, perumahan, gedung perkantoran, dan fasilitas umum lainnya.

Hubungan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Hongkong terus meningkat di tengah situasi kemunduran ekonomi, krisis energi dan pangan yang melanda dunia.

Sepanjang 2021, realisasi investasi Hongkong di Indonesia bertengger di urutan kedua di bawah Singapura atau naik satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini posisi Hongkong di atas China sebagai investor asing terbanyak di Indonesia.

"Oleh sebab itu, momentum pemulihan ekonomi Indonesia dan Hongkong harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, baik oleh para pengusaha Indonesia maupun Hongkong," ujar Ricky.

Sebelumnya KJRI di Hongkong, Hongkong General Chamber of Commerce (HKGCC), Perhimpunan INTI, Indonesia Diaspora Network (IDN) China, dan Idepreneurs Indonesia menggelar seminar bertajuk "Indonesia-Hong Kong Business Trends, Business Cooperation and Relaunch Post Covid-19 for National Economic Recovery".

Dalam seminar yang diikuti sekitar 100 para pelaku usaha dari Hongkong dan Indonesia itu, Konjen Ricky menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia secara hati-hati dan terukur mulai menerapkan fase transisi pandemi menjadi endemi yang membuat para pelaku usaha dan bisnis dapat bepergian dari dan ke Indonesia secara bebas tanpa melakukan karantina. (Antara)

Komentar

Berita Terkait