facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pandemi Jumlah Perokok Naik: Ada yang Tak Makan Seharian, tapi Tetap Bisa Merokok

Eko Faizin Rabu, 22 Juni 2022 | 07:39 WIB

Pandemi Jumlah Perokok Naik: Ada yang Tak Makan Seharian, tapi Tetap Bisa Merokok
Ilustrasi rokok. [Freepik]

"Per tahun masyarakat habiskan triliunan untuk membeli rokok," katanya.

SuaraRiau.id - Direktur Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono mengatakan selama pandemi Covid-19, jumlah perokok meningkat.

Hal tersebut Yusuf sampaikan dalam acara bertema Epidemi Rokok & Masa Depan Pengendalian Tembakau di Indonesia, yang diikuti di Jakarta, Selasa (21/6/2022).

"Prevalensi merokok justru meningkat selama pandemi, bahkan di kalangan penduduk miskin," ujarnya dikutip dari Antara.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), jumlah perokok pada 2019 ada 57,2 juta orang. Pada 2021, bertambah 2,1 juta orang menjadi 59,3 juta perokok dan pengeluaran masyarakat untuk rokok meningkat dari Rp344,4 triliun menjadi Rp365,7 triliun.

"Per tahun masyarakat habiskan triliunan untuk membeli rokok," katanya.

IDEAS juga menemukan bahwa kemiskinan tidak selalu berimplikasi dengan turunnya konsumsi rokok, apalagi berhenti merokok.

Menurut dia, strategi umum perokok miskin adalah beralih ke rokok murah, bahkan tak jarang mereka mengharapkan pemberian orang lain.

Pada 2021, terdapat 7,3 juta perokok yang tidak bekerja dengan estimasi pengeluaran untuk rokok mencapai Rp6,8 triliun per tahun.

"Nganggur kan tidak punya uang sama sekali tapi ternyata tetap tidak berhenti merokok," katanya.

Yusuf mengatakan rokok di sebagian besar masyarakat Indonesia telah menjadi kebutuhan dasar yang penting.

Komentar

Berita Terkait