facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Ingin Terbawa Arus Terburu-buru Gabung atau Bikin Koalisi, Gerindra Pilih Langkah Ini untuk Hadapi Pemilu 2024

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah Kamis, 26 Mei 2022 | 17:36 WIB

Tak Ingin Terbawa Arus Terburu-buru Gabung atau Bikin Koalisi, Gerindra Pilih Langkah Ini untuk Hadapi Pemilu 2024
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. (Dok: DPR)

Partai Gerindra hingga kini masih terus menjajaki antarpartai menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

"Pertemuan ini agar mendorong bahwa tiga partai ini akan bekerja bersama atau akan bersatu. Bersatu itu sendiri adalah beringin, matahari, dan Baitullah, jadi Ka'bah. Jadi pertemuan ini tentu diharapkan dengan matahari ini PAN bisa berjalan, dan pohon beringin semakin tunbuh. Dan juga pertemuan kerja sama ini adalah yang diridhoi oleh Allah SWT," kata Airlangga di lokasi.

Airlangga mengatakan, ketiga parpol tersebut ingin membangun budaya politik baru, dimana budaya politik baru itu dijalankan dengan kerja sama yang berjenjang dan bertahap. Menurutnya, hal ini juga dianggap baik untuk mendukung program yang dilakukan oleh pemerintahan hari ini.

Selain terbentuknya Koalisi Indonesia Baru (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP, partai politik lainnya pun mulai melirik untuk membuat koalisi serupa.

Salah satunya disampaikan PKB yang ingin membentuk poros koalisi baru jelang Pilpres 2024. Namun, partai berlambang sembilan bintang ini, enggan jika hanya menjadi pengikut dalam koalisi.

Baca Juga: Ogah Terburu-buru Soal Koalisi di Pilpres 2024, Gerindra: Lihat Perkembangan di Lapangan

"Setiap partai atau PKB sebenarnya melihat momentum 2024 itu momentum baru, PKB ingin memimpin poros lah jangan ikut terus," kata Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Jazilul pun mengemukakan, jika berkoalisi dengan Demokrat, maka PKB ingin menjadi pemimpin pembentukan poros koalisinya.

"Katakanlah Demokrat, jadi PKB ingin memimpin poros itu, apalagi kalau PKB sudah jelas capresnya sudah ada Pak Muhaimin, jadi enggak usah repot-repot diukur dari situ. Misalkan Demokrat mas AHY dengan Pak Muhaimin, atau sebaliknya kalau kita ikuti naluri untuk membaca Pilpres 2024 secara baik," ungkapnya.

Menurutnya, niat PKB untuk membentuk poros baru koalisi sangat dimungkinkan. Apalagi masih ada partai tengah lainnya seperti NasDem belum menyatakan sikap berkoalisi dengan partai mana pun.

"Sangat mungkin, sangat mungkin karena PKB partai tengah artinya msh ada partai tengah lain misalkan Nasdem setuju jalan jadi," katanya.

Baca Juga: PKB Ingin Bikin dan Pimpin Poros Koalisi Baru, Partai Demokrat Pengin Gabung?

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait