Emak-emak soal Minyak Goreng: Waktu HET Langka, Pas Ada Harganya Melambung

"Kemarin waktu harganya HET, barang langka pula. Ini pas ada malah harganya melambung," kata Eka, ibu rumah tangga.

Eko Faizin
Jum'at, 18 Maret 2022 | 11:09 WIB
Emak-emak soal Minyak Goreng: Waktu HET Langka, Pas Ada Harganya Melambung
Ilustrasi emak-emak membeli minyak goreng. [partahi/suara.com]

SuaraRiau.id - Pencabutan minyak goreng subsidi membuat kaget kaum emak-emak di Duri, Bengkalis. Sebab, sejak penghapusan harga eceran tertinggi (HET) oleh pemerintah, harganya justru melambung tinggi di pasaran.

Pemerintah mencabut kebijakan harga eceran tertinggi dengan menetapkan aturan baru, yaitu menyesuaikan harga minyak goreng kemasan sesuai dengan harga pasar.

Di Duri saja, harga di ritel Indomaret mencapai Rp 49,200 per dua liter. Harga per liternya, berkisar Rp 24 ribu lebih. Lantas hal ini membuat warga kaget, khususnya emak-emak.

"Kemarin waktu harganya HET, barang langka pula. Ini pas ada malah harganya melambung," kata Eka, ibu rumah tangga.

Wanita 35 tahun ini lantas mengeluhkan itu. Sebab, dia yang menyambi jualan jajanan anak-anak ini justru harus berfikir panjang untuk melanjutkan usahanya.

"Saya jualan jajanan anak, kayak sosis, telur gulung dan nugget. Kalau mahal kali gini, gimana coba," tuturnya.

"Tadi saya ke indomaret, harganya kok tau-tau udah 49 ribuan dua kilo," tambahnya.

Menurut dia, kebijakan yang dilakukan pemerintah tersebut kurang tepat. Dia heran, saat minyak goreng harganya ditentukan HET, barang malah langka.

"Saat HET ini dicabut, barangnya ada, tapi mahal pula," kata dia.

Warga lain, Nisa juga mengeluhkan hal serupa. Perempuan 26 tahun ini kehabisan minyak goreng di rumah untuk kebutuhan sehari-hari. Namun saat berbelanja siang tadi, dia terheran-heran dengan harga yang sudah tinggi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini