Tak pelak, hal itu juga menyulut emosi salah satu aparat penegak hukum yang melihat rekan sekaligus atasannya "dicemeeh" usai memberi teguran.
Namun suasana pecah itu segera meredam lantaran para aparat lainnya melerai pertikaian tersebut. Beruntung tak terjadi adu jotos yang dapat merugikan kedua belah pihak.
Warga sekitar, Gunawan (33) menuturkan bahwa portal yang dibangun pemerintah di Jalan Gajah Mada tersebut sebenarnya sangat bagus peruntukannya, apalagi untuk mengantisipasi jalan rusak dan debu yang dirasakan warga setempat.
"Kalau ada portal yang pasti truk besar yang melebihi muatan dapat diantisipasi, ini bagus, kami mendukung," tuturnya.
Warga mengadu ke DPRD Bengkalis
Sementara itu, dalam pertemuan dengan DPRD Bengkalis, warga yang tidak setuju atas keberadaan portal tersebut mengadu, Senin (24/1/2022). Tindak lanjutnya, para wakil rakyat tersebut turun dan melihat langsung kondisi yang terjadi.
Dalam hal ini, mengulik aduan masyarakat Sebanga mengenai pemasangan portal di Jalan Gajah Mada yang sebelumnya disampaikan pada rapat bersama ketua Komisi II, sesuai janji DPRD mengatur pertemuan yang dihadiri pimpinan dan anggota komisi-komisi, dinas terkait, pihak kecamatan dan masyarakat pada Senin (24/1/2022) kemarin.
Masyarakat yang menolak adanya portal mengadukan dampak negatif dari segi perekonomian dan investasi yang dirasakan masyarakat sebanga.
Sementara masyarakat yang mendukung menganggap portal membantu mengurangi debu, mengurangi resiko kecelakaan dan memperpanjang umur jalan.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Djamaludin yang diundang hadir untuk memberikan penjelasan. Dia menceritakan kronologi pemasangan portal, yaitu berdasarkan keluhan dari masyarakat mengenai debu, kerusakan jalan dan kerawanan lalu lintas yang disampaikan kepada bupati dan melalui Musrenbang.
"Tidak ada kepentingan lain pemerintah membangun portal tersebut, semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat. Untuk itu, dimohon dukungan semua pihak demi terjaganya Jalan Gajah Mada," kata Djamaluddin.