facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinas Kesehatan Dumai Sebut Siswa Tolak Vaksin Belajar Online dari Rumah

Eko Faizin Selasa, 25 Januari 2022 | 06:20 WIB

Dinas Kesehatan Dumai Sebut Siswa Tolak Vaksin Belajar Online dari Rumah
Ilustrasi vaksinasi anak. [ANTARA]

Ia menjelaskan vaksinasi anak di Dumai dimulai pada 17 Januari 2022 dan tercatat 3.458 anak sudah divaksin.

SuaraRiau.id - Anak boleh belajar tatap muka apabila sudah vaksinasi Covid-19. Sedangkan bagi yang menolak divaksin bisa belajar dari rumah atau dalam jaringan (daring) atau online. Demikian disampaikan pihak Dinas Kesehatan Dumai.

Dinas Kesehatan Dumai mengaku pihaknya telah menyiapkan vaksin Sinovac untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun di semua sekolah dasar negeri dan swasta di daerah itu.

"Tidak ada pemaksaan, diharapkan orangtua memberi perlindungan pada anak dari penularan Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai dr Syaiful dikutip dari Antara, Senin (24/1/2022).

Ia mengatakan untuk menyukseskan program vaksinasi anak ini sudah dibuat kesepakatan bersama, bahwa anak (siswa) yang telah menjalani vaksinasi boleh belajar tatap muka, namun bagi yang menolak atau belum vaksinasi bisa belajar dalam jaringan (daring).

"Vaksin ini tidak dipaksakan, siapa yang mau saja. Namun, alangkah baiknya kita para orangtua memberi perlindungan ke anak agar tidak terpapar Covid-19 dan mereka bisa belajar tatap muka di sekolah," kata Syaiful.

Ia menjelaskan vaksinasi anak di Dumai dimulai pada 17 Januari 2022 dan tercatat 3.458 anak sudah divaksin atau 9,8 persen dari 33.106 sasaran, di luar sekolah, pesantren dan madrasah.

Kesepakatan bersama pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun diputuskan dalam rapat bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan TNI/Polri pada Minggu, 23 Januari 2022, dengan mengacu Keputusan Menteri Kesehatan dan Dinas Kesehatan Riau.

Syaiful mengungkapkan bahwa anak yang memenuhi syarat untuk vaksin terlebih dahulu dilakukan skrining atau pengecekan kesehatan oleh tim medis.

Saat divaksin juga diminta orangtua mendampingi anak dengan harapan tidak menimbulkan efek.

"Keputusan ini diambil agar terbentuk kekebalan pada anak, karena kita berkeinginan anak tidak terpapar Covid-19 dan pelaksanaan belajar lebih optimal," sebut Jubir Satgas Covid-19 Dumai ini.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait