facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ferdinand Ngaku Sedang Sakit saat Bikin Cuitan 'Allahmu Lemah'

Eko Faizin Senin, 10 Januari 2022 | 12:32 WIB

Ferdinand Ngaku Sedang Sakit saat Bikin Cuitan 'Allahmu Lemah'
Ferdinand Hutahaean. [Foto: Suara.com]

Adapun salah satu bukti yang Ferdinand bawa untuk menghadiri panggilan Bareskrim Polri adalah riwayat kesehatannya.

SuaraRiau.id - Mantan politisi Partai Demokrat memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama yang menjeratnya, Senin (10/1/2022).

Diketahui, Ferdinand dilaporkan polisi lantaran cuitannya soal 'Allahmu lemah' di Twitter priabdinya disebut menyinggung SARA.

Ferdinand mengungkapkan bahwa pernyataanya itu untuk dirinya sendiri saat terjadi perdebatan batin dan tidak untuk menyerang pihak mana pun.

"Jadi, cuitan saya itu adalah untuk diri saya sendiri. Jadi, tidak untuk menyerang pihak mana pun. Itu adalah percakapan antara hati saya dan pikiran saya," jelasnya di Bareskrim seperti dikutip dari Antara, Senin (10/1/2022).

Ferdinand lalu menjelaskan bahwa permasalahan pribadinya menimbulkan perdebatan di antara pikiran dan hatinya.

Perdebatan tersebut yang kemudian menimbulkan dorongan bagi Ferdinand untuk membuat cuitan, kemudian menimbulkan persepsi negatif di kalangan publik.

"Pikiran saya menyatakan sudahlah, saya itu akan mati. Kira-kira begitu. Panjang sebetulnya perdebatannya. Akan tetapi, saya hanya mencuit singkat karena saya juga tidak ingin orang tahu tentang saya," katanya menjelaskan.

Akan tetapi, karena cuitan tersebut telah menjadi konsumsi publik, Ferdinand akan menjelaskan realita sesungguhnya.

Adapun salah satu bukti yang Ferdinand bawa untuk menghadiri panggilan Bareskrim Polri adalah riwayat kesehatannya.

Menurut dia, kondisi kesehatannya saat ini merupakan akar permasalahan yang mengakibatkan dirinya membuat cuitan menyinggung SARA.

"Saya membawa riwayat kesehatan saya, yang memang mengkhawatirkan sebetulnya. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," kata dia.

Melalui kedatangannya ke Bareskrim Polri, dia berharap bisa membantu kepolisian untuk segera menuntaskan permasalahan tersebut sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

"Salah paham karena orang berbicara dengan persepsi tanpa mengetahui fakta-fakta yang sesungguhnya," jelas dia. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait