Pencalonan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI akan Pengaruhi Peta Pilpres 2024

Usulan Presiden Jokowi atas penunjukan Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI disebut bakal mempengaruhi peta Pilpres 2024.

Eko Faizin
Minggu, 07 November 2021 | 18:56 WIB
Pencalonan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI akan Pengaruhi Peta Pilpres 2024
KASAD Jendral TNI Andika Perkasa di Korem 072/Pamungkas Yogyakarta, Sabtu (04/09/2021). - (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)

SuaraRiau.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyodorkan nama Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Hadi Tjahjanto.

Usulan Presiden Jokowi atas penunjukan Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI disebut bakal mempengaruhi peta Pilpres 2024.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Said Salahudin.

"Kalau selama ini namanya belum muncul dalam hasil survei, maka satu tahun ke depan saya prediksi situasinya mungkin akan lain," kata Said, dikutip dari Antara, Minggu (7/11/2021).

Ia mengungkapkan bahwa nama Jenderal Andika bisa saja moncer dalam hasil survei sebagai kandidat capres potensial.

"Rakyat itu kan simpel aja cara berpikirnya. Mereka akan mencari sosok yang menurut nalar subjektifnya memiliki kecakapan tertentu. Ada yang senang dengan figur berlatar belakang militer karena tidak diragukan semangat NKRI-nya. Ada yang senang dengan penampilan fisik yang gagah dan murah senyum, dan sebagainya," ujarnya.

Said menambahkan bahwa ciri dan kriteria yang diimajinasikan oleh masyarakat itu boleh jadi dianggap terwakili pada figur Jenderal TNI Andika Perkasa yang saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

"Maka ketika petugas survei bertanya tentang siapa figur capres yang mereka inginkan, nama Jenderal bintang empat itu bisa menjadi jawaban spontan masyarakat sebagai responden survei," tuturnya.

Kalau masyarakat sudah menunjukkan aspirasinya melalui survei, kata dia, partai politik mana yang siap mengusungnya, tinggal menunggu waktu saja.

"Tetapi menurut saya sekarang ini masyarakat tidak boleh melakukan upaya yang terkesan mendorong-dorong Jenderal Andika bermain politik selama beliau masih menjabat Panglima TNI," kata Said.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini