alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemerintah Batasi Impor Produk di Shopee dan Lazada, Ini Kategorinya

Eliza Gusmeri Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Pemerintah Batasi Impor Produk di Shopee dan Lazada, Ini Kategorinya
Aplikasi Lazada di smartphone. [Lazada]

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan usai diketahui lebih dari 50 persen barang

SuaraRiau.id - Pemerintah telah menandatangai nota kesepahaman dengan Shopee dan Lazada untuk menutup impor sejumlah produk di aplikasi itu guna meningkatkan pasar Indonesia.

Disampaikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan usai diketahui lebih dari 50 persen barang yang diperdagangkan di Shopee dan Lazada ternyata impor.

“Harus diakui 50 persen lebih barang yang diperdagangkan di e-commerce itu produk impor, kita sudah kerja sama dengan dua crossed border e-commerce Shopee dan Lazada,” kata Teten.

Teten mengatakan, Shopee saat ini sudah menyatakan komitmen untuk menutup impor 13 kategori barang terutama yang berkaitan dengan pakaian muslim mulai dari hijab, atasan dan bawahan muslim perempuan, gaun, pakaian pria, dan mukena.

Baca Juga: Terus Memimpin, Sriwijaya FC Menang 3: 0 PSPS Riau

Ditambah lagi, kini Lazada juga sudah menyepakati untuk menutup impor bagi tiga klaster produk besar seperti tekstil atau pakaian, kuliner dan kriya atau kerajinan.

“Sudah ada MoU dengan mereka, tolong dicek kalau mereka masih jualan itu ya kita tegur karena kita sudah berkomitmen dengan mereka,” kata dia, dikutip dari Solopos.com --jaringan Suara.com.

Keputusan ini diambil lantaran pemerintah ingin Usaha skala kecil dan menengah (UMKM) dalam negeri justru kesulitan lantaran disaingi produk luar.

“Ini sudah sepakat tidak lagi diimpor dari China, ini penting untuk dijaga market digital dalam negeri bukan anti perdagangan bebas tapi untuk melindungi UMKM kita,” kata dia.

Diwartakan sebelumnya, barang impor yang membanjiri Indonesia melalui platform marketplace menimbulkan kekhawatiran.

Baca Juga: Laga Lawan Tuan Rumah Grup A, PSPS Riau Dihajar Sriwijaya FC 3-0

Pasalnya, ekonomi digital yang diikuti peningkatan transaksi lintas batas negara melalui daring makin ramai hingga secara perlahan apabila tanpa kendali bisa mematikan UMKM.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait