Suka Pelihara Kucing? Jangan Sampai Tertular Penyakit Ini

Apalagi ada orang senang mengadopsi kucing liar dari jalanan, yang kondisi kesehatannya belum diketahui.

Eliza Gusmeri
Sabtu, 16 Oktober 2021 | 09:50 WIB
Suka Pelihara Kucing? Jangan Sampai Tertular Penyakit Ini
Ilustrasi kucing piaraan [Foto: Antara]

SuaraRiau.id - Kucing salah satu binatang peliharaan yang digemari banyak orang. Tidak sekadar dipelihara, merawat seekor kucing butuh pengetahuan tertentu, terutama soal kesehatan dan penyakitnya.

Apalagi ada orang senang mengadopsi kucing liar dari jalanan, yang kondisi kesehatannya belum diketahui.

Hal ini perlu diketahui, karena kontak dengan kucing, termasuk gigitan dan cakar kucing dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Terutama dari kucing liar.

Jadi, penting bagi Anda untuk memahami risiko infeksi sehingga bisa mengambil tindakan pencegahan sebelum terkena.

Baca Juga:Kata Saksi soal Kronologi Pria Ngamuk Lempar Kucing ke Perempuan di Kalideres

Berdasarkan Verywell Health, berikut penyakit kucing yang bisa menular ke manusia:

1. Kurap

Kucing bisa terkena kurap (dermatophysis) yang disebabkan oleh jamur. Tanda infeksi ini adalah adanya bercak bersisik di kulit, tetapi biasanya tidak terlihat karena tertutup bulu.

Anak-anak yang memegang kucing yang menderita kurap dapat dengan mudah tertular.

Infeksi jamur ini lebih mungkin terjadi pada anak kucing, kucing tua, atau kucing yang sakit. Kucing dengan bulu panjang atau hidup dengan banyak kucing lainnya juga berisiko tinggi terinfeksi jamur kulit.

Baca Juga:Bukan Hanya Cegah Kehamilan, Ini Manfaat Kucing Dikebiri

2. Salmonella

Kucing dapat menyebarkan bakteri salmonella ke manusia. Gejala infeksi ini pada manusia adalah demam, sakit perut, muntah, hingga diare. Sementara kucing mungkin tidak memiliki gejala salmonella.

Selain itu, berhati-hati dengan kotoran kucing. Infeksi akibat kontaminasi kotoran kucing dapat menyebabkan diare pada manusia.

3. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Infeksi ini umumnya bisa sembuh sendiri. Tetapi terkadang penderitanya akan mengalami gejala seperti flu dan kelenjar yang membengkak.

Pada beberapa orang, infeksi ini dapat menyebabkan penglihatan kabur jangka panjang dan sakit mata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini