alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Biarawati Irena Handono, Mantap Jadi Mualaf usai Cari Kelemahan Islam

Eko Faizin Jum'at, 23 Juli 2021 | 10:34 WIB

Kisah Biarawati Irena Handono, Mantap Jadi Mualaf usai Cari Kelemahan Islam
Irena Handono (instagram)

Dulu Biarawati Irena Handono sebelum masuk Islam mencoba mencari kelemahan Islam.

SuaraRiau.id - Irena Handono saat ini dikenal sebagai penceramah Islam yang cukup familiar di kalangan masyarakat. Ia sebelumnya merupakan seorang biarawati dan sekarang istiqomah menjadi ustazah.

Dulu Biarawati Irena Handono sebelum masuk Islam mencoba mencari kelemahan Islam. Dirinya kala itu ingin membandingkan konsep ketuhanan pada agama Kristen dengan konsep ketuhanan dalam Islam.

Alih-alih menemukan kelemahan Islam, Irena justru jatuh hati pada konsep ketuhanan pada Islam sehingga memutuskan untuk mualaf.

Jika dulu ia mempelajari Islam untuk mengetahui kelemahannya, kini sebaliknya, Irena malah mengakui Islam sebagai agama yang sempurna.

Keputusan Irena Handono menjadi mualaf berawal ketika ia berdiskusi dengan dosen di biara soal perbandingan agama terkait konsep keimanan.

Irena kala itu memiliki rasa penasaran tinggi kemudian mengusulkan diri untuk mempelajari Islam langsung dari sumbernya, yaitu Alquran.

Tak disangka, dosennya mengizinkan Irena mempelajari Islam dari Alquran sehingga dengan riang, mantan biarawati itu segera ke perpustakaan untuk meminjam Alquran tanpa terjemahan.

Namun, setelah dibawa pulang, Irena bingung melihat huruf-huruf Alquran karena sama sekali tak bisa membacanya. Lalu, di hari berikutnya Irena memutuskan untuk meminjam Alquran yang memiliki terjemahan.

“Saya pulang ke biara dan malamnya saya baca Alquran, tapi cara baca terbalik. Saya buka dari belakang, bukan dari depan, maka saya berjumpa surat Al Ikhlas,” kata Irena dalam tayangan di kanal YouTube Cinta Quran TV dilansir dari Terkini.id--jaringan Suara.com.

“Ini jawaban Allah. Baru baca terjemahan itu saja, saya sudah terkejut. Ini yang mutlak benar. Bagi saya Allahu Ahad, Allah itu Esa, itu ya betul. Enggak mungkin dua, kalau dua (Tuhan) itu ciptaan.” sambung dia.

Berita Terkait