Setelah mendapat hidayah dan tenang ketika menjadi mualaf, Marcell Siahaan merasakan hal yang lebih dinamis dalam dirinya.
Marcell juga menjawab pertanyaan Daniel Mananta mengenai karakter Allah di matanya. Marcell menjelaskan bahwa Allah adalah Yang Maha Kokoh dan juga Maha Penyayang.
“Dia (Allah) itu menjadi sesuatu Yang Maha Kokoh sekaligus at the same time sesuatu yang paling loveable, menurut gue. Dia cantik dan agung pada saat yang bersamaan. Dia sesuatu yang jalal dan jamal di saat yang sama,” terangnya.
Menjadi mualaf, saat ini Marcell Siahaan mengaku merasa lebih baik dibandingkan saat dirinya tengah mencari jati diri. Salah satu hal baik yang dirasakannya adalah menjadi lebih ikhlas dalam menjalani sesuatu.
“Menurut gue ajaran yang gue jalanin ini adalah yang membuat gue ikhlas melihat dalam segala hal karena itu yang paling susah,” tutur dia.