
Satu bidikan diambil dalam resolusi tinggi. Setelah 7 jam pemotretan, tim membutuhkan waktu 50 jam lagi untuk menggabungkan 1.050 foto.
Sehingga menghasilkan gambar dengan resolusi 49.000 megapiksel.
Asal usul Hajar Aswad
Dilansir dari National News, batu berwarna hitam itu ditempatkan oleh Nabi Muhammad di Kabah pada tahun 605 M.
Hajar Aswad terdiri dari delapan buah batu kecil yang ditempelkan pada sebuah batu besar dibungkus dengan bingkai perak. Batu tersebut pun menandai titik dimulainya keliling dan berakhirnya tawaf.
Tawaf merupakan ritual di mana para peziarah mengelilingi Kabah tujuh kali berlawanan arah jarum jam untuk menyelesaikan haji atau umrah.
Mengutip Kemenag.go.id, Hajar Aswad ialah satu di antara tempat yang mustajab untuk berdoa.
Awalnya, batu tersebut ditemukan oleh Nabi Ibrahim as dan Ismail as, saat membangun Kabah.
Selanjutnya, dilakukan pemugaran Kabah sekitar lima tahun sebelum Nabi Muhammad diangkat sebagai Nabi dan Rasul, yaitu usia 35 tahun.
Hal itu dilakukan karena adanya beberapa kerusakan. Pemugaran dilaksanakan berdasarkan kesepakatan para pemuka kabilah suku Quraisy yang ada di kota Mekah.
Namun, perselisihan makin memuncak antara tokoh masyarakat Quraisy saat menentukan siapa yang berhak untuk menempatkan kembali batu tersebut setelah pemugaran.
Hingga akhirnya Nabi Muhammad menjadi penengah. Kemudian, Nabi Muhammad menghamparkan kainnya dan menempatkan batu tersebut di atas bentangan kain.
Rasulullah SAW meminta setiap pemuka kabilah Quraisy memegang masing-masing sudut dan sisi kain tersebut.
Dilakukan bersama-sama, kain diangkat untuk membawa batu tersebut ke tempatnya semula. Rasulullah SAW pun mengangkat batu tersebut dan meletakkannya ke tempat semula.