alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ustaz Viral Sebut NU-Muhammadiyah Sesat Akhirnya Minta Maaf

Eko Faizin Minggu, 25 April 2021 | 12:37 WIB

Ustaz Viral Sebut NU-Muhammadiyah Sesat Akhirnya Minta Maaf
Tangkapan layar video permintaan maaf penceramah Riau yang menyebut NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lain sesat. [Ist]

Bahkan sebelumnya ia juga sempat melontarkan kalimat bahwa Ustaz Abdul Somad bodoh.

SuaraRiau.id - Penceramah dari Riau yang belakangan ini viral lantaran menyebut Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dan ormas-ormas lain sesat, akhirnya kini meminta maaf.

Bahkan sebelumnya ia juga sempat melontarkan kalimat bahwa Ustaz Abdul Somad bodoh.

Belakangan, penceramah yang diketahui bernama Abuya Zamzami Nas Lc MA mengaku penceramah dari Kabupaten Kampar, Riau ini mengakui kesalahannya.

Abuya Zamzami memohon maaf kepada khalayak atas pernyataannya yang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Dari unggahan akun facebook Asy'ari Nur, mantan Kanwil Kemenag Riau, sang ustaz lulusan Timur Tengah tersebut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Kaum muslimat, kaum muslimin yang berada di Indonesia, yang berada di luar Indonesia, khusus di Kabupaten Kampar. Saya Zamzami Nas, salah seorang dai di Kabupaten Kampar Riau, dengan penuh kesadaran menyatakan bahwa video ceramah saya beberapa waktu lalu, yang berisi steatment saya bahwa ormas Muhammadiyah firqotun dholalah (golongan sesat), NU firqotun dholalah, Tarbiyah firqotun dholalah dan Jamaah Tabligh firqotun dholalah dan lain-lainnya. Maka dengan ini saya menyatakan mencabut segala pernyataan saya tersebut dengan segala pernyataan yang saya katakan, dan dari segala makna yang terkandung di dalamnya," kata Zamzami Nas, dalam video tersebut dikutip pada Minggu (25/4/2021).

Kemudian, ia mengaku meminta maaf sepenuh hati kepada pihak-pihak yang merasa terzalimi atas perkataannya itu.

"Dan kepada pihak yang merasa dirugikan, atau terzalimi, atau tersakiti dengan pernyataan tersebut, maka saya dengan sepenuh hati minta dimaafkan. Dan insyaallah, semoga kejadian serupa tidak terulang lagi pada waktu yang akan datang, atau di kemudian hari," ungkapnya.

Asyari Nur, pengunggah video itu sendiri mengajak warga untuk saling memaafkan.

"Marilah kita beri maaf, apalagi ini bulan Ramadhan, kita harap beliau lebih waspada dan hati-hati dalam berdakwah ke depannya," tuturnya.

Komentar

Berita Terkait