alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Asap Buangan Pabrik Kelapa Sawit Kepung Siak, DLH: Masih Batas Toleransi

Eko Faizin Rabu, 03 Maret 2021 | 12:10 WIB

Asap Buangan Pabrik Kelapa Sawit Kepung Siak, DLH: Masih Batas Toleransi
Semburan asap pabrik kelapa sawit di Siak [Foto: Antara]

"Masih dalam batas yang ditoleransi, kecuali 24 jam, asap gelap terus ke mana-mana," kata Arda.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak melalui Kepala bidang pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, Ardayani mengatakan bahwa asap yang dikeluarkan dari cerobong asap tersebut sudah sesuai standar baku mutu dari pemerintah.

"Dari laporan per 6 bulan yang kami terima sudah memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah," kata Ardayani kepada SuaraRiau.id, Selasa (2/3/2021).

Disinggung soal bahaya yang ditimbulkan akibat asap yang dikeluarkan dari cerobong pabrik kelapa sawit, Arda mengaku untuk di Kabupaten Siak semuanya masih dalam batas toleransi.

"Masih dalam batas yang ditoleransi, kecuali 24 jam, asap gelap terus ke mana-mana," kata Arda.

Disinggung pelaporan perusahaan setiap enam bulan itu Dinas Lingkungan Hidup Siak turut ikut kelapangan melakukan kroscek atau tidak, Arda mengklaim hanya melakukan pengawasan melalui virtual.

"Dari perusahaan yang pengujian nya bekerja sama dengan laboratorium yang sudah terakreditasi dan kami hanya melakukan pengawasan visual, karena tanggung jawab pengujian memang dibebankan kepada perusahaan," klaim Arda.

Arda akui, bahwa DLH Kabupaten Siak tidak memiliki alat maupun laboratorium untuk memastikan asap yang dikeluarkan dari cerobong pabrik kelapa sawit itu berbahaya atau tidak.

"Kalo kita gak punya alatnya dan kita gak punya laboratorium dan peralatannya," kata Arda.

Untuk diketahui, selain dari pabrik-pabrik tersebut, cerobong asap pembuangan juga ada berasal dari PKS milik PTPN V berlokasi di Kecamatan Gasib dan Dayun.

Ditambah lagi pabrik milik Astra Group yakni PT KTU di Kecamatan Koto Gasib dan perusahaan raksasa di Kabupaten Siak yakni PT IKPP.

Komentar

Berita Terkait