Masuknya PLN di Teluk Lanus, Desa Terjauh Cuma Bisa Ditempuh via Jalur Laut

Teluk Lanus baru dialiri listrik sekitar November 2020.

Eko Faizin
Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:40 WIB
Masuknya PLN di Teluk Lanus, Desa Terjauh Cuma Bisa Ditempuh via Jalur Laut
Petugas PLN dibantu warga saat menegakkan tiang listrik agar bisa dipasang kabel menuju rumah warga Teluk Lanus, Sungai Apit, Kabupaten Siak. [Suara.com/Alfat Handri]

Sepanjang perjalanan para penumpang hanya duduk dan tiduran di geladak kapal kayu bermesin yang sarat muatan. Biasanya sembako maupun barang kebutuhan lainnya.

Karena lamanya perjalanan, tak heran hampir semua penumpang membawa bekal. Terutama bekal makan siang.

Meski dibawa sendiri, biasanya saat makan dilakukan bersama dan saling berbagi lauk.

Selain itu, untuk mengusir kejenuhan, karena lamanya perjalanan, mereka berupaya bercengkerama dengan penumpang lainnya.

Para penumpang kebanyakan sudah saling kenal, karena kapal itu khusus ke Teluk Lanus.

Arjuna, salah satu penumpang kapal bercerita tentang banyaknya pelajaran yang ia dapat dari perjalanan tersebut.

Lelaki pemilik kedai itu diketahui dipercaya membagikan bantuan sosial untuk warga.

Arjuna mengisahkan apa saja tentang Teluk Lanus, terutama perjalanan hidup sampai bisa menjadi warga Teluk Lanus, termasuk cerita tentang masuknya listrik PLN.

Ia mengungkapkan bagaimana rasanya setelah listrik PLN menyala 14 jam atau hampir sepanjang hari. Karena, kata dia, sebelumnya PLTS yang bergantung dengan cuaca, membuat warga tidak bisa berharap banyak.

“Sejak adanya listrik PLN, kami menjadi lebih bersemangat. Sebab aktivitas yang menggunakan listrik tidak terbatas. Jika sebelumnya listrik hanya hidup dari petang sampai pagi, kini listrik hidup hampir sepanjang hari,” kata Arjuna, Sabtu (20/2/2021) pagi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini