alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selama Pandemi, Lebih 20 Ribu WNI Dipulangkan dari Luar Negeri

Eko Faizin Selasa, 29 Desember 2020 | 09:55 WIB

Selama Pandemi, Lebih 20 Ribu WNI Dipulangkan dari Luar Negeri
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar MV Carnival Splendor tiba di Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/5). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto]

Di samping itu, kata dia, pemerintah juga telah memulangkan sekitar 26.000 anak buah kapal (ABK).

SuaraRiau.id - Lebih dari 20.000 warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di luar negeri dipulangkan pemerintah karena berbagai aturan pembatasan dan berpergian akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Perlindungan WNI untuk wilayah China Kementerian Luar Negeri RI, Ondy Rakhmat, saat menghadiri seminar virtual, Senin (28/12/2020).

“Hingga 27 Desember 2020, total WNI yang berhasil dipulangkan dan difasilitasi kepulangannya ada lebih dari 20.000 dari 62 negara,” ujar Ondy Rakhmat dikutip dari Antara.

Di samping itu, kata dia, pemerintah juga telah memulangkan sekitar 26.000 anak buah kapal (ABK) berkebangsaan Indonesia yang tidak dapat pulang dan sempat terjebak di luar negeri selama pandemi.

Menurut Ondy, kerja pelindungan WNI di luar negeri lebih rumit dan banyak selama pandemi dibandingkan dengan situasi normal, karena Covid-19 mewabah hampir secara bersamaan di lebih dari 200 negara sejak Mei 2020.

Data Kementerian Luar Negeri RI, sebagaimana disampaikan Ondy, menunjukkan kasus yang dialami WNI di luar negeri bertambah dua kali lipat selama pandemi Covid-19.

“Untuk pelindungan WNI masa pandemi jadi tantangan tersendiri, karena dilihat dari statistik, kasus di luar negeri meningkat pesat. Direktorat Pelindungan WNI-Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI pada 2019 menangani 23.000 kasus dalam setahun. Di masa Covid-19, belum setahun kasus bertambah jadi 43.000 kasus,” terang Ondy.

Tidak hanya membantu pemulangan WNI di luar negeri, selama pandemi, Pemerintah Indonesia melalui kantor perwakilannya di luar negeri juga telah menyalurkan lebih dari setengah juta ton barang kebutuhan pokok (sembako).

“Bantuan itu telah disalurkan ke WNI yang terdampak pandemi di seluruh dunia,” sebut Ondy.

Dalam kesempatan itu, Ondy turut menceritakan pengalamannya menerima tugas dari pemerintah untuk memulangkan WNI dari Kota Wuhan pada Februari 2020. Wuhan merupakan kota di Provinsi Hubei yang jadi pusat penyebaran Covid-19 di China.

Komentar

Berita Terkait