Dua Pesepeda Beda Negara Singgahi Riau Kampanyekan Bebas Sampah Plastik

Mereka bersepeda dari Nol Kilometer Yogyakarta menuju Tugu Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang, Aceh.

Eko Faizin
Kamis, 26 November 2020 | 10:20 WIB
Dua Pesepeda Beda Negara Singgahi Riau Kampanyekan Bebas Sampah Plastik
Seorang bule cantik asal Spanyol Maia Ian dan pemuda asal Cimahi Rafli Purnama mengkampanyekan Zero Waste Gowes atau bebas sampah dengan bersepeda. [Foto Riauonline]

SuaraRiau.id - Seorang bule cantik asal Spanyol Maia Ian dan pemuda asal Cimahi Rafli Purnama mengkampanyekan Zero Waste Gowes atau bebas sampah dengan bersepeda.

Mereka bersepeda dari Nol Kilometer Yogyakarta menuju Tugu Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang, Aceh.

Dalam perjalanannya, Maia dan Rafli mengkampanyekan untuk bijak sampah plastik.

Dalam Workshop Plastik Upcycling: D.I.Y Triangle Reflector yang diadakan komunitas Sikukeluang di Rumah Budaya Sikukeluang, Selasa (24/11/2020), Maia mengatakan selama perjalanan dirinya semaksimal mungkin tidak menggunakan sampah plastik.

"Kalaupun harus menggunakan plastik, misalnya beli mie instan atau ada yang ngasih cookies atau makanan yang pakai plastik, itu sampahnya kita kumpulkan sampai bisa didaur ulang sendiri bikin kerajinan, upcycling. Kalau ada bank sampah, kita taruh sampahnya di situ jadi gak bikin sampah lagi,” jelas Maia kepada Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.

Sepeda dan peralatan yang dibawa duo bikepacker ini juga ramah lingkungan. Mereka menyulap jerigen bekas dijadikan tempat peralatan kemah, pakaian dan barang bawaan mereka.

“Kami juga gak bawa tas, karena kan tas itu kalau udah lama jadi sampah lagi. Kalo jerigen bekas gini kan bisa dipakai lama dan bisa dimanfaatkan untuk yang lainnya lagi,” jelas Rafli.

Yang menjadi titik penting bagi Maia dan Rafli dalam kampanyenya ini karena saat ini banyak orang yang mulai aktif bersepeda namun tidak memperhatikan sampah botol plastik atau makanan yang mereka bawa.

Harapannya, para pesepeda ataupun siapa saja yang menggunakan sampah plastik dapat lebih bijak lagi untuk pengelolaan sampah plastiknya.

Selama 35 hari perjalanan, banyak hal dan pengalaman yang dirasakan Maia dan Rafli.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini