Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

28 Napi Lapas Perempuan Pekanbaru Kena Covid-19, Fasilitas Isolasi Terbatas

Eko Faizin Kamis, 01 Oktober 2020 | 16:28 WIB

28 Napi Lapas Perempuan Pekanbaru Kena Covid-19, Fasilitas Isolasi Terbatas
Ilustrasi petugas medis Covid-19. [Suara.com/Eko Faizin]

Warga binaan lapas yang positif Covid-19 tersebut sudah menjalani isolasi mandiri dengan segala keterbatasan fasilitas.

SuaraRiau.id - Sebanyak 28 warga binaan atau narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Riau, terkonfirmasi positif Covid-19.

Warga binaan lapas yang positif Covid-19 tersebut sudah menjalani isolasi mandiri dengan segala keterbatasan fasilitas.

“Kami sangat mengharapkan ada bantuan, terutama untuk uji swab seluruh warga binaan karena ini sudah menyebar ke mana-mana. Kalau ada swab massal, ada harapan kami mungkin bisa menyelesaikan semua ini,” kata Kepala Keamanan Lapas Perempuan Pekanbaru Ema Tarigan, kepada Antara, Kamis (1/10/2020).

Lapas Perempuan menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Pekanbaru yang cukup besar, berawal dari seorang pegawai Lapas yang terkonfirmasi dan menularkan virus ke warga binaan di sana.

"Ada tiga pegawai Lapas yang terkonfirmasi positif, dan kini menjalani pengobatan secara isolasi mandiri di rumah," kata Ema.

Sejak kemunculan kasus awal tersebut, Lapas Pekanbaru segera melakukan uji swab mandiri secara acak ke warga binaan dan ternyata juga ditemukan narapidana yang positif Covid-19.

“Kemungkinan tertular dari pegawai kami karena tugasnya memang bagian keamanan, sehingga ada kontak dengan warga binaan,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya sudah dua kali uji swab secara mandiri, sedangkan uji swab dari dinas kesehatan baru sekali, dan itu pun tidak seluruh warga binaan yang diperiksa.

Total baru 80 narapidana yang menjalani tes swab, sedangkan jumlah keseluruhan mereka di fasilitas tersebut ada 319 orang.

“Kami sangat berharap dinas kesehatan melakukan uji swab massal di sini supaya mata rantai Covid-19 bisa ketahuan. Kalau seperti sekarang ini kami merasa tidak ada kepastian,” katanya.

Komentar

Berita Terkait