- Juru bicara Abdul Wahid membantah keterlibatan kliennya dalam akun TikTok palsu yang menyebarkan video lama.
- Akun TikTok tersebut menarasikan video lama kunjungan Kapolri dengan isu dugaan penyadapan Presiden terhadap Istana.
- Pihak Abdul Wahid berencana melaporkan akun palsu tersebut ke Polda Riau karena merugikan nama baik.
SuaraRiau.id - Juru bicara Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, Musliadi alias Cak Mus, membantah keterkaitan kliennya dengan konten TikTok yang mengaitkan namanya dengan isu dugaan penyadapan Presiden oleh mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Konten tersebut diunggah melalui akun TikTok bernama AW Gubri dengan nama profil "Abdul Wahid Gubernur Riau". Akun itu juga menggunakan foto Abdul Wahid ketika masih mengenakan pakaian dinas gubernur.
Salah satu unggahannya menampilkan video dokumentasi saat Abdul Wahid masih menjabat sebagai Gubernur Riau dan menyambut kedatangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam kunjungan ke Riau.
Namun, rekaman lama tersebut kembali beredar dengan narasi yang dikaitkan dengan isu dugaan penyadapan terhadap Istana.
Penyajian konten itu dinilai dapat menimbulkan kesan seolah-olah Abdul Wahid menyampaikan pernyataan atau tudingan terkait persoalan tersebut.
Cak Mus menegaskan akun TikTok AW Gubri bukan milik Abdul Wahid.
"Pertama, akun ini bukan akunnya Pak Abdul Wahid. Atau TikTok ini bukanlah TikTok Abdul Wahid. Ini jelas ada sabotase untuk kepentingan politik tertentu," tegas Cak Mus.
Cak Mus menilai narasi yang disampaikan melalui akun tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
Menurutnya, video yang digunakan merupakan dokumentasi kegiatan pemerintahan ketika Abdul Wahid masih aktif menjabat sebagai gubernur.
Ia membantah bahwa rekaman tersebut merupakan pernyataan Abdul Wahid mengenai dugaan penyadapan terhadap Istana.
"Ini tidak benar, ini menyesatkan karena menyebarkan berita yang tidak benar. Kita lihat memang video ini video lama, saat Pak Abdul Wahid aktif sebagai gubernur menyambut kedatangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo waktu itu berkunjung ke Riau," jelasnya.
Menurut Cak Mus, penggunaan nama, foto, dan dokumentasi kegiatan Abdul Wahid tanpa kejelasan identitas pengelola akun dapat membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat.
Atas beredarnya konten tersebut, pihak Abdul Wahid berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Cak Mus menyampaikan bahwa akun TikTok AW Gubri akan dilaporkan ke Polda Riau.
Langkah itu ditempuh karena konten tersebut dinilai merugikan nama baik Abdul Wahid dan menimbulkan kesan bahwa dirinya memiliki pernyataan atau sikap politik sebagaimana narasi yang beredar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Dikaitkan Skandal Penyadapan Presiden, Pihak Abdul Wahid Laporkan Akun TikTok
-
Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban
-
Jenderal Listyo Tersangka Penyadapan Presiden, Pernah Diberi Anugerah Adat LAM Riau
-
Ratusan iPhone Berbagai Tipe dari Batam Diamankan di Perairan Tembilahan
-
Dari Tiket Hingga Akomodasi, Nikmati Beragam Penawaran Perjalanan Menarik