- Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau menyebabkan kabut asap serta memicu lonjakan kasus kesehatan masyarakat.
- DPRD Riau mendesak pemerintah provinsi segera mengambil langkah nyata termasuk menyediakan masker gratis dan ruang oksigen.
- Dinas Kesehatan mencatat 27.250 warga di dua belas kabupaten dan kota telah terjangkit penyakit ISPA.
SuaraRiau.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kini masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau.
DPRD Riau meminta Pemprov Riau melakukan langkah konkret untuk penanganan dampak kabut asap, termasuk penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sekretaris Komisi I DPRD Riau Amal Fathullah menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum melihat adanya langkah konkret Pemprov Riau untuk menangani lonjakan ISPA. Seperti penyediaan ruang oksigen dan masker gratis.
"Kita berharap ada langkah konkret terkait penanganan dampak ISPA, seperti ruang oksigen dan masker yang disediakan untuk menangani korban ISPA. Ini tentu harus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.
Amal mengatakan pihaknya mendorong Pemprov Riau memberikan solusi nyata bagi masyarakat, dengan koordinasi yang sinergis di antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya.
"Langkah pemerintah harus memberikan solusi nyata. Kita juga perlu mencontoh daerah yang sudah melakukan penanganan ISPA dengan baik," jelas anggota Fraksi PKS DPRD Riau tersebut.
Diketahui, berdasarkan Dinas Kesehatan Riau, setidaknya sudah ada 27.250 masyarakat Riau yang terjangkit ISPA. Jumlah ini mencakup masyarakat di 12 kabupaten/kota di Riau.
Paparan ISPA paling banyak terjadi di Kota Pekanbaru dengan 7.434 kasus. Kemudian Kabupaten Kampar 3.629 kasus, dan Bengkalis 2.964 kasus.
Selanjutnya di Kota Dumai 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus, Pelalawan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus dan Indragiri Hilir 79 kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla
-
Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir
-
Rekomendasi MP Club Ditutup usai Penggerebekan Narkoba, Ini Kata Agung Nugroho
-
Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah
-
ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru