Eko Faizin
Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tampak menyelimuti salah satu wilayah Kota Pekanbaru, Selasa (13/10/2026). [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat 11.707 kasus gangguan kesehatan warga akibat karhutla dari 25 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026.
  • ISPA menjadi penyakit paling dominan yang menyerang masyarakat dengan total mencapai 9.816 penderita dari berbagai fasilitas kesehatan.
  • Dinas Kesehatan membagikan masker gratis dan menyiagakan seluruh puskesmas serta rumah sakit untuk menangani dampak kabut asap.

SuaraRiau.id - Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat 11.707 kasus gangguan kesehatan dialami warga akibat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga pertengahan Oktober 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menjelaskan angka tersebut merupakan data kumulatif yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026.

Pendataan kasus tersebut dimulai tepat setelah ditetapkannya status siaga darurat kebakaran lahan di wilayah Pekanbaru.

"Dari total belasan ribu kasus yang tercatat, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling dominan menyerang masyarakat," kata Hazli, Rabu (14/10/2026).

Dia mengungkapkan, seluruh data kesehatan tersebut berhasil direkap dari fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di Pekanbaru, yakni mencakup 21 puskesmas dan 30 rumah sakit.

Secara rinci, kasus ISPA mendominasi dengan jumlah mencapai 9.816 penderita.

Selain ISPA, warga juga mengalami gangguan kesehatan lain seperti asma sebanyak 892 kasus, iritasi kulit sebanyak 498 kasus, serta iritasi mata sebanyak 328 kasus.

Untuk meminimalisasi dampak yang semakin meluas, Dinkes lanjutnya terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan medis.

Salah satu upaya yang ditingkatkan adalah mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar rumah dan wajib menggunakan masker saat berpergian.

"Masyarakat juga dianjurkan untuk menutup pintu, jendela, serta ventilasi rumah guna membatasi masuknya partikel asap ke dalam ruangan," jelasnya.

Menurut Hazli, langkah ini sangat krusial untuk melindungi anggota keluarga dari paparan polusi udara, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap penyakit pernapasan.

Selain menggalakkan imbauan, Dinas Kesehatan Pekanbaru turut membagikan masker secara gratis kepada masyarakat dengan stok yang dipastikan masih mencukupi.

Pemkot Pekanbaru juga menggandeng perusahaan dan korporasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pengadaan serta penyaluran masker bagi warga.

"Dari sisi pelayanan medis, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Pekanbaru disiagakan dengan pemenuhan obat-obatan, tabung oksigen, serta peralatan penanganan ISPA," tegas dia. (Antara)

Load More