Eko Faizin
Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:02 WIB
Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (19/8/2026). [ANTARA FOTO/Rony Muharrman/tom]
Baca 10 detik
  • BPBD Riau mencatat luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 20.691,20 hektare sepanjang tahun 2026.
  • Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan tercatat sebagai dua wilayah dengan dampak kebakaran lahan terbesar di Riau.
  • Dampak kebakaran menimbulkan kabut asap yang menyebabkan warga mengeluhkan sakit tenggorokan serta mata perih.

SuaraRiau.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mencapai 20.691,20 hektare sepanjang 2026.

Kabupaten Bengkalis menempati urutan pertama dengan luas lahan terbakar mencapai 8.573 hektare, disusul Pelalawan dengan luasan 6.710 hektare.

Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal, membenarkan bahwa kedua kabupaten tersebut menjadi wilayah dengan dampak karhutla terbesar sepanjang tahun ini.

"Untuk saat ini, luas lahan yang paling banyak terbakar di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan," katanya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Rabu (14/10/2026).

Kabut asap dari kebakaran lahan menyelimuti sejumlah wilayah, membuat udara terasa tidak nyaman dan mengurangi jarak pandang.

Warga juga mulai mengeluhkan dampaknya, seperti mata perih hingga tenggorokan terasa sakit ketika beraktivitas di luar ruangan.

Setelah Bengkalis dan Pelalawan, kebakaran juga meluas ke sejumlah kabupaten dan kota lainnya.

Indragiri Hulu tercatat memiliki luas lahan terbakar 1.674 hektare, disusul Indragiri Hilir 1.408 hektare dan Kota Dumai mencapai 651 hektare.

Adapun Rokan Hilir mencatat luas lahan terbakar 509 hektare, Siak 430 hektare, Kepulauan Meranti 307 hektare, Kampar 178 hektare, Kuantan Singingi 139 hektare, serta Pekanbaru 106 hektare.

"Disusul Kabupaten Indragiri Hulu berada di urutan berikutnya dengan luas lahan terbakar 1.674 hektare, Indragiri Hilir 1.408 hektare dan Kota Dumai 651 hektare," ujarnya.

Load More