Eko Faizin
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:42 WIB
Wakil Wali Kota (Wawakot) Pekanbaru Markarius Anwar bersama tim gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP merazia sejumlah penginapan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Wakil Wali Kota Pekanbaru bersama tim gabungan merazia 4 penginapan, Kamis (8/10/2026) malam hingga Jumat (9/10/2026) dini hari.
  • Petugas berhasil menjaring 28 orang atau 14 pasangan bukan suami istri di dalam kamar hotel.
  • Seluruh pelanggar langsung diamankan untuk pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut guna memberantas tindak perzinahan.

SuaraRiau.id - Wakil Wali Kota (Wawakot) Pekanbaru Markarius Anwar bersama tim gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP merazia sejumlah penginapan Kamis (8/10/2026) malam hingga Jumat (9/10/2026) dini hari.

Terdapat 4 penginapan yang dirazia, di antaranya Hotel Aquatale dan Wisma Bintang Lima di Jalan Arifin Ahmad, kemudian Wisma SMR di Jalan HR Soebrantas, serta Wisma Parma City di Jalan SM Amin.

"Razia malam tadi merupakan aksi penegakan yustisi dan aksi pemberantasan maksiat di Kota Pekanbaru," kata Markarius yang memimpin razia penyakit masyarakat (pekat), Jumat (9/10/2026).

Wakil Wali Kota mengatakan dalam razia tersebut, pihaknya berhasil menjaring sebanyak 28 orang (14  pasang) yang bukan pasangan suami istri (pasutri) dari kamar hotel.

"Mereka yang terjaring merupakan pasangan tidak halal (bukan pasutri)," tegas Markarius.

Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan yang dilakukan, sebagian besar pasangan yang terjaring merupakan warga luar daerah.

"Karena ini terjadi tindak asusila, perzinahan, maka malam tadi semuanya langsung diamankan untuk keperluan pendataan dan pemeriksaan. Kita juga lakukan pemanggilan pihak keluarga," sebut Markarius.

Sementara Kepala Satpol PP Pekanbaru Desheriyanto menyebutkan, terdapat sejumlah aturan yang menjadi dasar hukum dalam razia pekat yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota tersebut.

"Razia yang kita gelar merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Razia ini untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan ketentraman masyarakat di Kota Pekanbaru," terangnya.

Load More