Eko Faizin
Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:41 WIB
Gedung Kejati Riau. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kantor Kejaksaan Tinggi Riau di Pekanbaru mengalami kemunculan percikan api di lantai enam pada Kamis (8/10/2026).
  • Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan lima armada dan memadamkan api bersama petugas internal menggunakan alat pemadam ringan.
  • Kobaran api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak merambat, sementara penyebab kejadian masih menunggu investigasi kepolisian.

SuaraRiau.id - Suasana di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru mendadak menjadi sorotan pada Kamis (8/10/2026) siang.

Hal itu terjadi sekitar pukul 13.20 WIB saat sejumlah mobil pemadam kebakaran (Damkar) berdatangan ke kantor tersebut.

Informasi yang berhasil Suara.com himpun, Damkar datang karena ada laporan percikan api muncul di lantai 6 gedung perkantoran tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 13.16 WIB.

"Laporan bahwa perkantoran kita di Kejaksaan Tinggi terjadi kebakaran di lantai enam," kata Zarman, Kamis (8/10/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, DPKP Pekanbaru langsung mengerahkan lima unit armada pemadam kebakaran menuju lokasi.

Petugas kemudian melakukan penanganan bersama pihak Kejati Riau untuk memastikan api tidak merambat ke bagian gedung lainnya.

Upaya pemadaman juga dibantu petugas yang berada di dalam gedung dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Respons cepat tersebut membuat kobaran api dapat segera dilokalisasi.

Menurut Zarman, kerja sama antara petugas pemadam kebakaran dan pihak Kejati Riau turut mempercepat proses pengendalian api.

"Alhamdulillah cepat dilokalisir api berkat kerja sama multipihak yang ada di sini. Api lebih dahulu dupadamkan menggunakan APAR," ujarnya.

Zarman memastikan api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran yang terjadi di Lantai 6 Gedung Kejati Riau tersebut.

Ia menjelaskan, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) belum dilakukan. Penentuan penyebab kebakaran nantinya menjadi bagian dari proses investigasi yang dilakukan pihak kepolisian.

"Kami belum bisa melakukan olah TKP. Nanti progres report-nya akan dilaporkan kepada pihak kepolisian sehingga bisa dilakukan investigasi terhadap penyebab kebakaran. Kita kirimkan 5 armada," kata Zarman.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi mengenai adanya korban dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Load More