Eko Faizin
Senin, 05 Oktober 2026 | 11:33 WIB
Ilustrasi - Kabut asap terlihat di kawasan Flyover Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Selasa (15/9/2026) siang. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Kota Pekanbaru mengalami kualitas udara tidak sehat pada Senin pagi akibat kabut asap kebakaran hutan.
  • BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 88,5 mikrogram per meter kubik dengan ribuan titik panas di Sumatera.
  • Wilayah Riau berpotensi diguyur hujan ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

SuaraRiau.id - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali berada pada level Tidak Sehat, Senin (5/10/2026) pagi. Kondisi ini diduga akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Ibu Kota Provinsi Riau itu tercatat mencapai 88,5 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB.

"Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru sejak pukul 00.00 hingga 08.00 WIB berada pada rentang 56,4 hingga 101,7 µg/m³. Kondisi tersebut menunjukkan paparan partikulat di udara masih cukup tinggi pada pagi hari," kata Prakirawan BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati.

Kualitas udara yang buruk tersebut terjadi ketika potensi kekaburan udara akibat kabut asap masih diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Riau.

Sementara sebaran hotspot di Sumatera yang jumlahnya mencapai 2.804 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 2.196 titik.

Selanjutnya Bangka Belitung mencatat 296 titik, Lampung 185 titik dan Jambi 114 titik.

"Sementara itu, hotspot di Riau terpantau sebanyak tujuh titik. Titik panas tersebut tersebar di lima daerah, yakni tiga titik di Indragiri Hilir serta masing-masing satu titik di Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar dan Indragiri Hulu," jelas Ranti.

Lebih lanjut, dia menjabarkan bahwa kondisi cuaca Riau pada Senin masih berpotensi diwarnai hujan di sejumlah wilayah.

Pada pagi hari, udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan. Berdasarkan pantauan radar, hujan ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu dan Kampar.

Memasuki siang hingga sore, potensi kekaburan udara akibat asap masih ada. Hujan ringan hingga sedang juga diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis dan Kota Dumai.

"Hujan berpeluang semakin meluas pada sore hingga malam hari. BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi hampir di seluruh wilayah Riau, meski potensi udara kabur akibat asap masih perlu diwaspadai," ungkapnya.

Pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Kuantan Singingi, Bengkalis, Siak dan Kota Pekanbaru.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Potensi tersebut diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kampar dan Kota Dumai pada sore serta malam hingga dini hari.

Sedangkan, suhu udara Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 100 persen.

Load More