- Banjir bandang di Kabupaten Solok pada September 2022 menyebabkan korban jiwa dan merusak ratusan rumah.
- Gubernur Sumbar menyatakan akses jalan nasional dan provinsi yang terdampak kini sudah kembali dibuka bertahap.
- Pemerintah daerah bersama tim gabungan fokus menangani pengungsi, korban hilang, serta fasilitas yang rusak berat.
SuaraRiau.id - Akses jalan nasional dan jalan provinsi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) mulai kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menjelaskan jalur tersebut bisa dilewati secara bertahap pascabencana banjir bandang (galodo) yang melanda kawasan tersebut pada Senin (21/9/2022) malam.
"Alhamdulillah, berkat koordinasi jajaran pemerintah daerah dan balai terkait, akses jalan provinsi maupun jalan nasional sudah mulai terbuka dan bisa dilewati pada pagi hari ini," katanya, Selasa (23/9/2026).
Mahyeldi menjelaskan penanganan darurat terus dipacu melalui kolaborasi antara Pemprov Sumbar, Pemkab Solok, unsur Forkopimda, Kapolda Sumbar, hingga jajaran balai teknis.
Selain pembersihan jalur transportasi, prioritas utama saat ini difokuskan pada penanganan warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, bencana banjir bandang tersebut berdampak pada 100 hingga 150 unit rumah warga, dengan total warga terdampak diperkirakan mencapai 300 jiwa.
Selain itu, terdapat dua korban jiwa dimana satu diantara dua korban tersebut atas nama Daffi Arrahman (21) yang merupakan warga Kayu Aro Aia Baliang berhasil ditemukan.
Sementara satu korban lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang diperkirakan berjumlah 600 orang lebih.
Sebagai langkah penanganan cepat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dialihfungsikan menjadi posko pengungsian sementara yang menampung sekitar 50 warga.
Sementara itu, sebagian warga terdampak lainnya memilih mengungsi di rumah kerabat dan tetangga sekitar yang rumahnya tidak terdampak bencana banjir bandang tersebut.
Selain itu, dampak banjir bandang juga melumpuhkan sebagian fasilitas pemerintahan. Mahyeldi mengungkapkan terdapat 12 kantor dinas di lingkungan Pemkab Solok yang mengalami rusak berat, di antaranya Kantor Dinas Kesehatan serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).
"Ada 12 kantor dinas yang rusak berat dan berpotensi mengganggu pelayanan. Kami sedang mencarikan solusi sementara agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti," tuturnya.
Terkait perbaikan sarana publik dan perkantoran, Pemprov Sumbar telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya untuk dukungan rehabilitasi serta rekonstruksi dari pemerintah pusat.
Pemprov bersama BNPB, Basarnas, dan Bappeda juga menerjunkan tim untuk mengevaluasi kelayakan kawasan perkantoran serta memetakan kondisi hulu di kaki Gunung Talang.
Mahyeldi mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi curah hujan tinggi masih berpeluang terjadi berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Anggota TNI AU Pekanbaru Tewas Diduga Dianiaya, Personel Lain Diperiksa
-
PPPK Paruh Waktu Pemkot Pekanbaru Berpeluang Jadi Penuh Waktu
-
Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut
-
Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto
-
Akun TikTok Dipolisikan, Tuduh SF Hariyanto Komentari Eks Kapolri Sadap Presiden