- Kepala BPBD Riau Edy Afrizal melaporkan karhutla kembali muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Bengkalis pada Jumat (4/9/2026).
- Titik api yang sebelumnya sempat dipadamkan dan hanya menyisakan asap tipis tiba-tiba berkobar kembali di beberapa wilayah tersebut.
- Tim pemadam kini sedang menangani kembalinya titik api di berbagai kabupaten untuk mencegah agar kebakaran tidak meluas.
SuaraRiau.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) muncul kembali usai sempat dipadamkan di Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Bengkalis.
Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan kebakaran di Inhil terjadi di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.
Padahal, katanya, kebakaran yang sebelumnya menghanguskan kawasan semak belukar dan perkebunan kelapa itu sempat dinyatakan padam.
"Di lokasi bekas kebakaran sebelumnya sempat terpantau menyisakan asap tipis setelah tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman dalam beberapa hari terakhir. Sudah padam, rupanya kemarin siang dilaporkan titik api muncul lagi," ungkap Edy, Jumat (4/9/2026).
Karhutla di Sungai Beringin pertama kali terpantau pada 27 Agustus 2026 yang membakar kawasan semak belukar dan perkebunan kelapa dengan luas diperkirakan mencapai 10 hektare.
Kebakaran tersebut sempat menyebabkan wilayah Tembilahan dan sekitarnya diselimuti asap pekat.
Edy mengatakan kebakaran di Kabupaten Inhu, tepatnya di Rantau Mempesai dan Sungai Guntung Hilir, sebelumnya juga sempat dinyatakan padam.
Akan tetapi, ujar dia, api kembali muncul dan membakar lahan di kawasan tersebut.
Kondisi serupa juga terjadi di Pematang Pudu, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis yang sebelumnya sempat padam dan hanya menyisakan asap tipis di bekas areal terbakar.
Akan tetapi, katanya, api kembali berkobar sehingga pemadaman kembali dilakukan.
"Di Pematang Pudu juga sebelumnya sempat padam, tinggal asap tipis di bekas areal terbakar. Tapi kemarin kembali berkobar," ujarnya.
Titik api baru juga terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti, tepatnya di Desa Gemala Sari. Tim pemadam kini melakukan penanganan terhadap titik api tersebut agar tidak meluas. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi di Riau, Keluarga Korban Tolak Damai
-
Antrean Solar Mengular, Polisi Temukan Gudang Penimbunan BBM di Pekanbaru
-
Exclusive Healthcare Services Prodia, Keuntungan Khusus Nasabah BRI
-
Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free
-
Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing