- Pemerintah Kecamatan dan Dinas Pendidikan Inhil meliburkan sekolah di Tembilahan akibat serangan monyet liar.
- Pembelajaran daring diterapkan selama tiga hari mulai tanggal 6 hingga 8 Agustus 2026 demi keselamatan siswa.
- Kebijakan sementara ini diambil untuk merespons keresahan masyarakat dan akan dievaluasi setelah situasi dinyatakan aman.
SuaraRiau.id - Sekolah-sekolah di wilayah terdampak serangan monyet liar di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil) diliburkan diganti belajar online selama tiga hari ke depan.
Kebijakan tersebut diambil Pemerintah Kecamatan Tembilahan bersama Dinas Pendidikan Inhil sebagai langkah antisipatif guna menjamin keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.
Camat Tembilahan Ari Syuria menyatakan keputusan diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap keberadaan satwa liar yang beberapa kali menyerang warga.
"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh unsur yang hadir dalam rapat sepakat mengambil langkah antisipatif dengan melaksanakan pembelajaran secara daring selama tiga hari," ujarnya.
Dalam rapat koordinasi, Ari memaparkan kronologi kejadian serangan monyet liar yang terjadi di sejumlah lokasi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama para orang tua yang khawatir terhadap keselamatan anak-anak saat berangkat maupun pulang sekolah.
Dia mengatakan, keputusan pembelajaran daring merupakan hasil kesepakatan bersama yang diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari pihak sekolah, komite sekolah, serta kondisi riil di lapangan.
Ari menegaskan, kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan penanganan di lapangan.
Pemerintah Kecamatan Tembilahan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan terhadap monyet liar dapat segera dilakukan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
" juga mengimbau para orangtua agar tetap mengawasi putra-putrinya selama belajar dari rumah. Apabila kondisi sudah dinyatakan aman oleh pihak berwenang, maka proses pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan sebagaimana mestinya," ungkap Ari.
Berdasarkan hasil rapat, kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak akan dilaksanakan secara daring selama tiga hari, yakni mulai 6 hingga 8 Agustus 2026.
Selanjutnya, apabila kondisi telah dinyatakan aman dan kondusif, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan kembali dilaksanakan pada 10 Agustus 2026.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan tindakan yang dapat memancing keberadaan monyet liar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Akun TikTok Dipolisikan, Tuduh SF Hariyanto Komentari Eks Kapolri Sadap Presiden
-
Sambut HUT Meranti, Sejumlah Praktisi Hukum Bentuk LBH Tanah Jantan
-
Dukung Pendidikan Buah Hati, BRI Prioritas Tawarkan Benefit Eksklusif di Sequoia School
-
MBG Prasmanan Dimulai, SD Islam Asy-Syakirin Pekanbaru Jadi Percontohan
-
Ekonomi Riau Capai Rp351 Triliun, Terbesar Keenam Nasional