Eko Faizin
Minggu, 14 Juni 2026 | 09:14 WIB
Ilustrasi garis polisi lokasi kejadian. [Pixabay]
Baca 10 detik
  • Seorang wanita hamil bernama Nursafika ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan TWA Kota Dumai pada Rabu malam.
  • Polres Dumai melakukan penyelidikan intensif serta memeriksa barang bukti senjata tajam untuk mengungkap penyebab kematian korban.
  • Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Dumai untuk menjalani proses visum guna memastikan adanya unsur tindak pidana.

SuaraRiau.id - Seorang wanita ditemukan dalam kondisi mengenaskan tak bernyawa di kawasan areal Taman Wisata Alam (TWA) Kota Dumai, Rabu (10/6/2026) pukul 18.30 WIB.

Korban bernama Nursafika (30) tengah hamil muda diduga dibunuh suaminya. Saat ditemukan, korban terbaring bersimbah darah di sebuah kebun Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan.

Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang menjelaskan polisi masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

"Saat ini tim masih bekerja untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta mendalami seluruh temuan yang ada di lapangan," katanya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.

AKBP Angga menjelaskan, hasil visum dari tim medis akan menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap penyebab kematian korban.

"Kami masih menunggu hasil visum resmi dari rumah sakit. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan membantu penyidik dalam menentukan langkah-langkah lanjutan serta mengungkap apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa ini," tegasnya.

Penemuan wanita tewas berimbah darah tergeletak di area kebun tersebut menarik perhatian sejumlah warga.

Berdasarkan informasi, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Tarsiwan.

Sekitar pukul 18.30 WIB, saat melintas di Jalan Abdul Rabkhan, ia melihat sejumlah warga berkumpul di pinggir jalan. Karena penasaran, Tarsiwan kemudian mendatangi lokasi keramaian tersebut.

Setelah mendekat, ia menemukan seorang perempuan terbaring di depan pondok dengan jarak sekitar 20 meter dari badan jalan.

Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa dan tubuhnya berlumuran darah.

Mengetahui kejadian tersebut, Tarsiwan segera menghubungi saksi lainnya serta melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Polres Dumai bersama Tim Identifikasi dan INAFIS langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Tim INAFIS Polres Dumai tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari pemeriksaan lokasi, pendokumentasian, pencatatan keterangan saksi-saksi, pemasangan garis polisi hingga pengamanan barang bukti yang ditemukan di sekitar korban.

Load More