- Seorang wanita hamil bernama Nursafika ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan TWA Kota Dumai pada Rabu malam.
- Polres Dumai melakukan penyelidikan intensif serta memeriksa barang bukti senjata tajam untuk mengungkap penyebab kematian korban.
- Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Dumai untuk menjalani proses visum guna memastikan adanya unsur tindak pidana.
SuaraRiau.id - Seorang wanita ditemukan dalam kondisi mengenaskan tak bernyawa di kawasan areal Taman Wisata Alam (TWA) Kota Dumai, Rabu (10/6/2026) pukul 18.30 WIB.
Korban bernama Nursafika (30) tengah hamil muda diduga dibunuh suaminya. Saat ditemukan, korban terbaring bersimbah darah di sebuah kebun Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan.
Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang menjelaskan polisi masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
"Saat ini tim masih bekerja untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta mendalami seluruh temuan yang ada di lapangan," katanya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.
AKBP Angga menjelaskan, hasil visum dari tim medis akan menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap penyebab kematian korban.
"Kami masih menunggu hasil visum resmi dari rumah sakit. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan membantu penyidik dalam menentukan langkah-langkah lanjutan serta mengungkap apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa ini," tegasnya.
Penemuan wanita tewas berimbah darah tergeletak di area kebun tersebut menarik perhatian sejumlah warga.
Berdasarkan informasi, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Tarsiwan.
Sekitar pukul 18.30 WIB, saat melintas di Jalan Abdul Rabkhan, ia melihat sejumlah warga berkumpul di pinggir jalan. Karena penasaran, Tarsiwan kemudian mendatangi lokasi keramaian tersebut.
Baca Juga: Kronologi Subuh Berdarah di Tol Pekanbaru-Dumai, 5 Orang Tewas Kecelakaan
Setelah mendekat, ia menemukan seorang perempuan terbaring di depan pondok dengan jarak sekitar 20 meter dari badan jalan.
Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa dan tubuhnya berlumuran darah.
Mengetahui kejadian tersebut, Tarsiwan segera menghubungi saksi lainnya serta melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Polres Dumai bersama Tim Identifikasi dan INAFIS langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal.
Sekitar pukul 20.00 WIB, Tim INAFIS Polres Dumai tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kemudian melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari pemeriksaan lokasi, pendokumentasian, pencatatan keterangan saksi-saksi, pemasangan garis polisi hingga pengamanan barang bukti yang ditemukan di sekitar korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW