- Sosok pria yang menodongkan senjata airsoft gun di Rokan Hilir akhirnya terungkap.
- Pelaku merupakan mantan anggota TNI AU yang telah diberhentikan dari dinas.
- Tak hanya itu, pelaku tercatat resmi dalam organisasi menembak nasional Perbakin.
SuaraRiau.id - Sosok pria yang menodongkan senjata pistol terhadap pengendara di kawasan Simpang Bukit Timah, Kelurahan Rantau Bais, Tanah Putih, Rokan Hilir (Rohil) akhirnya terungkap.
Aksi koboi jalanan tersebut sebelumnya viral di media sosial. Belakangan diketahui, pelaku berinisial AGK yang merupakan mantan anggota TNI Angkatan Udara yang telah diberhentikan dari dinas.
Kasatreskrim Polres Rokan Hilir, AKP Kris Tofel memastikan, benda yang dibawa pelaku bukanlah senjata api organik maupun rakitan asli, melainkan replika airsoft gun.
Senjata itu biasa digunakan khusus untuk kepentingan olahraga menembak sesuai dengan status profesi hobi pelaku yang tercatat resmi dalam organisasi menembak nasional.
"Yang bersangkutan merupakan anggota Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin). Senjata yang digunakan adalah pistol jenis Glock airsoft gun untuk olahraga menembak, yang mana barang tersebut diperoleh dari sesama rekan anggota Perbakin," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Saat ini, tersangka AGK beserta barang bukti satu unit pistol Glock airsoft gun telah ditahan di Mapolres Rokan Hilir.
Sebelumnya, viral video yang menampilkan pria nekat menodongkan senjata api di Rokan Hilir (Rohil) yang memicu reaksi warganet.
Dalam video berdurasi pendek yang beredar, pelaku yang mengenakan kaus putih mendatangi seorang sopir truk sambil membawa benda menyerupai senjata api jenis pistol.
AKP Kris menuturkan, tersangka bekuk oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) RAGA Satreskrim Polres Rohil di Km 9, Kelurahan Air Kulim, Batin Solapan, Bengkalis, Senin (8/6/2026) sekitar pukul 17.39 WIB.
"Menurut keterangan yang bersangkutan, dia menegur kendaraan yang memotong antrean karena khawatir menambah kemacetan. Namun, terjadi cekcok mulut dan ada penyampaian kata-kata yang dianggap tidak tepat dari seberang sehingga yang bersangkutan langsung terpancing emosi," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, tersangka AGK mengaku sudah terjebak dan menunggu sekitar 30 menit di dalam antrean panjang tersebut.
Kasatreskrim mengungkapkan, peristiwa menegangkan tersebut sejatinya terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kondisi arus lalu lintas di lokasi kejadian saat itu sedang mengalami kemacetan parah yang dipicu oleh penerapan sistem buka-tutup jalan akibat adanya perbaikan infrastruktur.
Pemicu emosi pelaku berawal saat sebuah mobil dari arah belakang diduga tidak sabar, lalu memotong jalur antrean dan nekat membuat lajur baru di sebelah kanan.
Merasa kesal jalurnya diserobot, AGK langsung turun dari kendaraannya untuk menghentikan mobil tersebut dan menegur sang pengemudi karena dianggap egois serta berpotensi memperparah penyumbatan arus lalu lintas di jalur lintas Sumatra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak