- Tepian Batang Mandau kini menjadi magnet keluarga berbasis masyarakat.
- Selama ini menjadi saksi bisu jalur logistik industri minyak dan gas (migas).
- Selain wisata alam dan kuliner, tempat ini menawarkan cerita sejarah.
Selain wisata alam dan kuliner, Balai Pungut juga menawarkan nilai tambah berupa cerita sejarah kawasan Sungai Mandau yang berkaitan dengan perkembangan awal industri minyak dan gas (migas) di wilayah Mandau.
Tak hanya itu, Desa Balai Pungut juga memiliki potensi wisata budaya dan wisata religi. Di kawasan ini terdapat rumah adat tradisional serta makam tokoh ulama besar yang dikenal sebagai penyebar agama Islam pertama di wilayah Mandau.
Kekayaan budaya tersebut semakin hidup melalui berbagai agenda masyarakat yang rutin digelar setiap tahunnya, seperti festival pacu sampan yang diselenggarakan pada bulan Agustus dan November.
Selain itu, beragam kegiatan dan event budaya lainnya juga turut menjadi daya tarik yang memperkuat identitas Balai Pungut sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan masyarakat.
Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa Balai Pungut menunjukkan potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang tumbuh dari kekuatan lokal.
"Ketika masyarakat terlibat sebagai bagian utama dalam pengelolaan wisata, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi pariwisata, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Balai Pungut menjadi salah satu contoh bagaimana potensi sungai dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang tumbuh bersama masyarakat secara berkelanjutan," kata Iwan.
Dengan kombinasi wisata sungai, kuliner lokal, dan suasana desa yang masih alami, Balai Pungut kini mulai dilirik sebagai destinasi alternatif bagi wisata keluarga yang ingin menikmati pengalaman berbeda di kawasan Sungai Mandau lebih dekat dengan alam, lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.
Kerja keras berbasis swadaya ini mulai membuahkan dampak nyata yang mengubah wajah desa. Kawasan Tepian Batang Mandau kini telah menjelma menjadi ruang wisata keluarga yang nyaman dan representatif.
Kehadiran wisatawan harian secara langsung mendongkrak omzet pelaku UMKM kuliner lokal yang kini memiliki sumber penghasilan tambahan yang stabil setiap harinya.
Lebih dari itu, identitas Desa Balai Pungut kini kian kokoh di peta pariwisata daerah, bukan lagi sekadar desa tepian sungai biasa, melainkan destinasi wisata sungai berbasis masyarakat yang bangga akan warisan sejarah dan budayanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Tepian Batang Mandau: Saksi Bisu Sejarah Migas, Magnet Wisata yang Hidupkan Ekonomi Warga
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Pekanbaru-Padang Berawan, Tanjungpinang Hujan Ringan
-
Gratis! Riau Kelana United Gelar Seleksi Terbuka Piala Soeratin Usia 13
-
5 Pekerja di Inhu Jadi Korban Penembakan dan Pembacokan Rombongan OTK
-
Heboh di Grup WA, Maling Kostum Pocong Resahkan Warga Rumbai Pekanbaru